Revitalisasi Destinasi Wisata Jadi Langkah Kukar Kurangi Ketergantungan pada DBH Migas

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ridha Fatrianta
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ridha Fatrianta
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas dari pemerintah pusat.

Read More
banner 300x250

Salah satu upaya yang kini dijalankan yakni, revitalisasi sejumlah destinasi wisata unggulan, termasuk Pulau Kumala yang selama ini menjadi ikon pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ridha Fatrianta mengatakan, pengembangan sektor pariwisata menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sumber pendapatan daerah di luar sektor migas.

“Selama ini kami terus berupaya memaksimalkan sektor pariwisata agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD,” kata Ridha Fatrianta pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, revitalisasi destinasi wisata dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah ingin menghadirkan objek wisata yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Kami melakukan revitalisasi sejumlah objek wisata di Kukar secara bertahap, termasuk Pulau Kumala, sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki daerah,” jelasnya.

Pihaknya optimis, sektor pariwisata memiliki peluang besar menjadi salah satu penopang perekonomian daerah apabila pengelolaannya terus ditingkatkan.

Selain menambah PAD, berkembangnya sektor wisata juga diyakini mampu menggerakkan pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga jasa transportasi.

Sementara itu warga Tenggarong Annisa Pujianti, mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan daerah.

Menurutnya, Kukar perlu memiliki sumber pemasukan yang lebih mandiri agar tidak terus bergantung pada DBH dari pemerintah pusat.

“Kalau daerah memiliki pendapatan sendiri yang besar, tentu perputaran ekonomi masyarakat juga akan semakin baik. Jadi saya setuju kalau sektor pariwisata terus dikembangkan,” ungkap Annisa.

Ia menilai peningkatan kualitas destinasi wisata tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Fasilitas yang memadai, kebersihan, serta daya tarik objek wisata dinilai menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Kutai Kartanegara. (Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *