KUKAR, LINGKARKALTIM: Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Kukar resmi dilantik pada Kamis (18/6/2026).
Dalam kepengurusan yang baru, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri dipercaya sebagai Koordinator Presidium MD KAHMI Kukar.
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui jaringan, pengalaman, dan sumber daya yang dimiliki para anggotanya.
Usai dilantik, dr. Aulia Rahman Basri bersyukur atas amanah yang diberikan oleh para anggota KAHMI Kukar.
Ia menjelaskan, KAHMI merupakan wadah bagi para alumni HMI yang memiliki latar belakang profesi dan pengalaman yang beragam, sehingga memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Menurutnya, keberadaan KAHMI tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antaralumni, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kebetulan kami tercatat sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan setelah selesai kami mengabdikan diri di Kutai Kartanegara serta bergabung dengan Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Kutai Kartanegara,” ucap dia.
Ia menilai, kekuatan utama KAHMI terletak pada jejaring organisasinya yang tersebar hingga tingkat nasional.
Jaringan tersebut dapat menjadi modal penting untuk membuka peluang kerja sama dan memperluas akses pembangunan bagi Kabupaten Kukar.
“Harapan kita bahwa organisasi KAHMI ini bisa membawa manfaat dan maslahat yang sebesar-besarnya untuk pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutur Aulia.
Sementara itu, Presidium Majelis Nasional KAHMI, Rifqinizamy Karsayuda berharap kepengurusan baru KAHMI Kukar mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk kalangan internal organisasi.
Ketua Komisi II DPR RI itu menyebut bahwa di bawah kepemimpinan dr. Aulia Rahman Basri yang juga menjabat sebagai Bupati Kukar, KAHMI memiliki peluang besar untuk memperkuat kontribusi sosial dan pembangunan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi alumni tidak hanya diukur dari soliditas anggotanya, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pak Bupati, kami bukan hanya dikenal di wilayah keluarga besar alumni HMI, tetapi dikenal lebih luas melalui program-programnya oleh masyarakat,” tutupnya. (ASR)










