Disperindag Kukar Gencarkan Kerjasama Antar Daerah Selama Lima Tahun ke Depan

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah (kiki/Lingkarkaltim)
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah (kiki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat Kerjasama Antar Daerah (KAD).

Hal tersebut bagian dari upaya memastikan stabilitas distribusi barang dan penguatan sektor ekonomi lokal.

Read More
banner 300x250

Langkah ini menjadi fokus strategis Disperindag dalam lima tahun ke depan, guna menjawab tantangan kebutuhan pasokan komoditas serta meningkatkan daya saing pelaku usaha di Kukar.

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengatakan, KAD menjadi instrumen penting dalam menjaga kelancaran arus barang dan komoditas. Terlebih, Kukar memiliki potensi besar yang dapat dikolaborasikan dengan daerah-daerah lain, baik sebagai pemasok maupun penerima pasokan.

“Kerjasama Antar Daerah ini akan terus kami optimalkan agar distribusi kebutuhan masyarakat berjalan lancar dan stabil,” kata Sayid Fathullah pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, belum lama ini.

Ia menjelaskan, KAD tidak hanya berfokus pada komoditas pangan, tetapi juga sektor industri olahan, hasil pertanian, hingga produk UMKM. Dengan jalinan kerjasama yang terstruktur, Kukar dapat memperluas jejaring perdagangan serta memastikan keberlanjutan ketersediaan bahan baku bagi pelaku industri lokal.

Hal ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Dalam lima tahun mendatang, pihaknya akan menargetkan perluasan kerjasama dengan lebih banyak pemerintah daerah, baik dalam kawasan Kalimantan maupun luar pulau.

Menurutnya, langkah ini selaras dengan arah pembangunan daerah yang menekankan konektivitas dan penguatan ketahanan ekonomi.

“Kami ingin memastikan Kukar tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga menjadi daerah yang berkontribusi aktif dalam suplai antar wilayah,” tegasnya.

Selain itu, KAD juga dinilai menjadi solusi dalam menghadapi fluktuasi harga barang kebutuhan pokok yang sering terjadi akibat terganggunya distribusi. Dengan adanya kesepakatan suplai antar daerah, ketersediaan komoditas akan lebih terjamin, sehingga harga dapat lebih stabil. Strategi ini sangat relevan untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, Disperindag Kukar telah menyiapkan sejumlah rencana teknis, termasuk pemetaan komoditas unggulan dari berbagai wilayah yang bisa menjadi mitra kerjasama. Di sisi lain, Kukar juga akan menawarkan produk-produk lokal yang dinilai memiliki nilai jual tinggi dan potensi pasar yang luas.

“Kita harus saling menguatkan, bukan hanya soal jual beli, tetapi membangun ekosistem supply chain yang kokoh,” katanya.

Sayid menegaskan, keberhasilan KAD juga membutuhkan dukungan pelaku usaha dan para pemangku kepentingan. Untuk itu, Disperindag Kukar akan melibatkan pelaku industri, distributor, hingga pelaku UMKM dalam penyusunan dan pelaksanaan kerjasama.

Langkah ini diharapkan menciptakan kolaborasi yang lebih inklusif dan berdampak langsung pada pelaku ekonomi lokal.

Dalam waktu dekat, Disperindag Kukar juga berencana menggelar sejumlah pertemuan dan forum koordinasi dengan daerah-daerah potensial, guna menyusun kerangka kerjasama yang lebih konkret.

Selain memperluas jejaring, forum ini diharapkan mampu membuka peluang investasi dan memperkuat integrasi pasar antar wilayah.

Pihaknya optimistis, percepatan KAD selama lima tahun mendatang akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Kukar.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas wilayah, ia meyakini Kukar dapat berkembang menjadi pusat perdagangan regional yang mampu bersaing dan berkontribusi pada ketahanan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional. (Adv/kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *