Makin Murah, Harga Ayam di Pasar Mangkurawang Sekarang Cuma Rp23 Ribu

Supre penjual ayam di pasar gerbang raja mangkurawang memotong ayam pembeli, Kamis (4/6/26). (Dilla/Lingkarkaltim)
Supre penjual ayam di pasar gerbang raja mangkurawang memotong ayam pembeli, Kamis (4/6/26). (Dilla/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabar segar datang dari Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Tenggarong. Harga daging ayam potong terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp30.000 per kilogram, lalu turun ke Rp25.000, kini harganya makin bersahabat di angka Rp23.000 per kilogram.

Supre, salah seorang pedagang ayam di Pasar Mangkurawang, mengonfirmasi tren penurunan harga ini pada Kamis (4/6/2026). Menurutnya, naik-turunnya harga ayam adalah hal yang lumrah dan biasanya dipicu oleh momen-momen tertentu.

Read More
banner 300x250

“Biasanya kenaikan harga itu terjadi di hari-hari besar, seperti hari raya keagamaan atau menjelang tahun baru,” ujar Supre.

Supre juga membagikan cerita kesehariannya berjualan. Dalam sehari, ia rata-rata bisa menghabiskan hingga 50 kilogram ayam. Ia mulai menggelar lapaknya sejak pukul 06.00 pagi dan biasanya sudah bisa pulang menjelang siang hari sekitar pukul 11.00 atau 12.00 Wita karena dagangannya sudah ludes.

Merespons fenomena ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, angkat bicara. Ia mengaku bersyukur karena penurunan harga beberapa komoditas, termasuk ayam dan cabai, tentu menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

“Ya Alhamdulillah, kalau harganya turun emak-emak pasti senang. Memang biasalah fluktuasi harga itu, setiap tahun ada siklus naik-turunnya,” kata Sayid.

Ia menjelaskan lonjakan harga umumnya dipicu oleh tingginya permintaan menjelang hari besar. Setelah momen tersebut lewat, harga biasanya akan kembali normal dalam waktu seminggu. Namun, harga juga bisa sedikit goyang jika para pedagang atau pemasok dari luar daerah sedang libur, yang membuat pasokan agak tersendat.

Saat ditanya mengenai langkah pengawasan dari pihak dinas, Sayid menegaskan Disperindag Kukar rutin menerjunkan petugas khusus untuk memantau pergerakan harga, terutama di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang.

Pasar Gerbang Raja Mangkurawang sendiri dikenal sebagai pusat urat nadi perekonomian masyarakat Tenggarong karena statusnya yang multifungsi: mulai dari pasar subuh, pasar induk, pasar murah, hingga pasar segar. Aktivitas di pasar ini bahkan sudah dimulai sejak pukul 02.00 dini hari hingga pukul 11.00 siang.

“Masyarakat Tenggarong sudah sangat familiar dengan Pasar Mangkurawang. Kalau mau belanja kebutuhan dalam jumlah banyak misalnya untuk warung, acara selamatan, nikahan, atau event besar Pasar Mangkurawang adalah tempat yang paling tepat,” jelas Sayid.

Kelebihan lain dari pasar ini adalah jaminan kesegaran produknya. Sayid menyebutkan bahwa pasokan bahan pangan langsung didatangkan dari kawasan hulu Mahakam serta sentra pertanian lokal seperti Rapak Lambur, Spontan, dan Maluhu. Bahkan, pasokan ikan segar pun langsung dikirim dari wilayah Kutai Hulu. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *