SDN 003 Tenggarong Bina Dua Sekolah Menuju Adiwiyata Mandiri

Kepala SDN 003 Tenggarong, Jalan Awang Sabrang.(Far/Lingkarkaltim)
Kepala SDN 003 Tenggarong, Jalan Awang Sabrang.(Far/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Tenggarong mengandeng dua sekolah sebagai binaan untuk mewujudkan terpenuhinya syarat menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri. Dua sekolah binaan itu adalah SDN 001 Tenggarong dan SDN 005 Tenggarong.

Kepala SDN 003 Tenggarong, Kurnia Astuti mengatakan, salah satu syarat untuk menjadi sekolah Adiwiyata Nasional Mandiri adalah minimal melakukan pembinaan dua sekolah, dan upaya tersebut telah dirampungkan.

Read More
banner 300x250

”Supaya jalan bebarengan kami sudah sosialisasi dengan sekolah binaan, kami menyiapkan adiwiyata mandiri, SDN 01 dan SDN 05 menyiapkan adiwiyata kabupaten,” tuturnya pada Lingkarkaltim, diruang kerjanya, Jumat (11/09/2026).

“Karena memang sekolah Adiwiyata Mandiri membina minimal 2 sekolah yang belum melakukan pengajuan, dan pihaknya menjembatani ke pihak Dinas Lingkungan dan Kehutanan (DLHK) Kukar,” tambahnya.

Suasana SDN 003 Tenggarong
Suasana SDN 003 Tenggarong

Selain fokusnya pada pembinaan dua sekolah, SDN 003 Tenggarong  yang beralamatkan di Jalan Awang Sabrang, Keluharan Panji Tenggarong membangun kader siswa maupun guru untuk bekerjasama dalam adiwiyata mandiri.

Ia menjelaskan dalam sistem pembelajaran SDN 003 Tenggarong ini berkaitan dengan lingkungan dan alam.

“Kami menerapkan pada pembelajaran, seperti Matamatika, menghitung berat sampah selama 1 bulan yang ada dilingkungan sekolah, adapun pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS),  dikaitkan seperti proses fotosintesis dan tata berkebun. Semua sudah mulai dari Agustus,” jelasnya.

Selain penerapan pembelajaran seluruh stakholder sekolah berjibaku dalam upaya menjaga lingkungan sekolah.

“Guru hingga murid di sekolah, mulai dari menyiram tanaman dan membersihkan area sekolah, pemilahan sampah, semua di kerjakan secara bersama dan sudah terjadwal per harinya,” tambahnya.

Pelaksanaan program ini sejauh ini telah berjalan dengan baik, meski dilapangan memang terkadang ada kendala.

“Karakter pada diri manusia menjadi tantangan terberat saya, karena itu bersifat intrinsik, yang tidak mudah di ubah oleh siapapun kecuali diri sendiri,”ujarnya.

Walaupun adanya tantangan yang harus dihadapi, pihak sekolah berharap terwujudnya pada Adiwiyata Mandiri, menerapkan sifat konsisten baik guru maupun murid di sekolah.

“Saya tidak selalu ada di sekolah, bagaimana di sekolah ada atau tidak ada kehadiran saya, tetap terlaksana sebagaimana pastinya. Karena yang utama adalah konsisten yang harus senantiasa di jaga,” tutupnya.(ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *