Dorong Kesejahteraan Petani, Program Sigap Sejahtera Kembangkan Kakao hingga Hilirisasi Cokelat di Kelay

Kegiatan penanaman Kakao (Nadzriel)
Kegiatan penanaman Kakao (Nadzriel)
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Potensi perkebunan kakao di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, mulai dikembangkan sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui program Sigap Sejahtera, sekitar 80 hektare lahan potensial disiapkan untuk pengembangan kakao di lima kampung, dengan harapan dapat membuka kesempatan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Lima kampung yang menjadi sasaran pengembangan tersebut meliputi Merasa, Muara Lesan, Lesan Dayak, Sido Bangen, dan Long Beliu. Di wilayah ini, persiapan lahan mulai berjalan. Hingga saat ini, proses pembersihan lahan tanam baru dilaporkan telah mencapai sekitar 30 hektare, sementara sebagian lahan lainnya sudah memasuki tahap penanaman.

Read More
banner 300x250

Perkembangan tersebut menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan potensi perkebunan kakao di Kelay. Komoditas ini diharapkan tidak hanya menjadi pilihan usaha bagi petani, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Koordinator Kecamatan Kelay Program Sigap Sejahtera, Abraham Ari Putra, mengatakan pengembangan kakao memiliki prospek untuk mendukung perekonomian masyarakat.” Potensi lahan yang tersedia menjadi salah satu modal untuk mendorong masyarakat mengembangkan sektor perkebunan secara lebih produktif,”ungkapnya

Menurut Abraham, kakao memiliki peluang pasar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan masyarakat.

“Kakao memiliki nilai jual yang tinggi dan peluang pasar yang luas, sehingga menjadi komoditas strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelay,” ujarnya.

Pengembangan perkebunan kakao tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan. Kesiapan petani, teknik budidaya, perawatan tanaman, dan kualitas hasil panen juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan.

Karena itu, tanbahnya. program Sigap Sejahtera memberikan pendampingan yang mencakup sejumlah tahapan, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, dolomit, dan tanaman penaung hingga pembinaan perawatan tanaman.Pendampingan tersebut diharapkan membantu petani menjalankan budidaya kakao secara lebih optimal. Dengan pengelolaan yang baik, tanaman yang dikembangkan diharapkan dapat tumbuh produktif dan menghasilkan biji kakao berkualitas.

Bagi masyarakat, pengembangan ini membuka kesempatan untuk membangun usaha perkebunan yang dapat dikelola secara bertahap. Namun, manfaat ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan proses, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga tersedianya hasil panen yang memenuhi kebutuhan pasar.

Oleh sebab itu, pendampingan petani menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan kakao tidak berhenti pada pembukaan lahan dan penanaman, tetapi berlanjut hingga tanaman menghasilkan.

Selain memperkuat budidaya, program Sigap Sejahtera juga mengarahkan pendampingan hingga tahap panen, pascapanen, dan hilirisasi biji kakao menjadi produk olahan cokelat.

Langkah ini membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Jika selama ini kakao dikenal sebagai bahan baku industri cokelat, pengembangan hilirisasi memungkinkan hasil perkebunan diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Melalui proses tersebut, masyarakat berpeluang tidak hanya terlibat dalam kegiatan budidaya, tetapi juga menjajaki usaha pengolahan dan pemasaran produk kakao.

Meski demikian, pengembangan produk olahan membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi, termasuk keterampilan pengolahan, kualitas bahan baku, kapasitas produksi, dan akses pasar. Karena itu, pendampingan dari hulu hingga hilir menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan komoditas ini.

Apabila dapat dijalankan secara konsisten dan didukung pasar yang memadai, pengembangan kakao berpotensi membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.

Pengembangan kakao di Kecamatan Kelay turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC), Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), kelompok tani, serta berbagai unsur masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program, mulai dari pendampingan petani hingga pengembangan perkebunan yang berkelanjutan.

Peran petani menjadi sangat penting karena keberhasilan pengembangan kakao bergantung pada pengelolaan kebun secara konsisten. Sementara itu, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu memperkuat kapasitas petani dan membuka peluang pengembangan usaha pada masa mendatang.

Dengan potensi lahan sekitar 80 hektare dan pembukaan lahan yang telah mencapai 30 hektare, pengembangan kakao di lima kampung di Kecamatan Kelay kini memasuki tahap awal yang menjanjikan untuk terus dikembangkan.

Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya akan dilihat dari luas lahan yang ditanami, tetapi juga dari produktivitas kebun, kualitas hasil panen, dan kemampuan masyarakat memanfaatkan peluang pasar.

Abraham berharap pengembangan kakao melalui program Sigap Sejahtera dapat menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kecamatan Kelay.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan kerja sama berbagai pihak, kakao diharapkan dapat berkembang menjadi komoditas perkebunan yang memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat. (riel)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *