Pembangunan Desa Kaltim Meningkat, 55 Desa Berstatus Mandiri dan 3 Desa Tertinggal jadi Berkembang

Rudy Mas’ud saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026).(Dok.Adpim Pemprov Kaltim)
Rudy Mas’ud saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026).(Dok.Adpim Pemprov Kaltim)
banner 468x60

SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sebanyak 55 desa berstatus Desa Maju di Kaltim berhasil naik kelas menjadi Desa Mandiri.

Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menyampaikan, peningkatan status tersebut menjadi capaian penting dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Benua Etam.

Read More
banner 300x250

“Alhamdulillah 55 desa di Kaltim naik status jadi Desa Mandiri, sebelumnya mereka masih berstatus Desa Maju,” kata Rudy Mas’ud saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026).

Menurut Rudy, capaian tersebut menjadi catatan tersendiri karena dalam satu tahun terdapat 55 desa dalam satu provinsi yang secara bersamaan berhasil meningkatkan statusnya menjadi Desa Mandiri.

Selain peningkatan jumlah Desa Mandiri, capaian lainnya juga terjadi pada tiga desa tertinggal di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat. Ketiga desa tersebut, yakni Gerunggung, Tanjung Soke dan Deraya, kini berhasil meningkat statusnya menjadi Desa Berkembang.

Ketiga desa tersebut sebelumnya berstatus Desa Tertinggal dan beberapa pekan lalu dikunjungi langsung Gubernur Rudy Mas’ud. Kunjungan tersebut menjadi momentum bersejarah karena merupakan kunjungan pertama Gubernur Kaltim ke tiga desa yang selama ini dikenal memiliki keterbatasan akses tersebut.

Dalam kunjungan itu, Rudy Mas’ud langsung menginstruksikan pembangunan akses jalan, penyediaan listrik, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.

Rudy juga mengapresiasi jajaran perangkat daerah Pemprov Kaltim yang bergerak cepat dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Apresiasi disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dinas ESDM, Dinas Kominfo, serta perangkat daerah terkait lainnya.

“Mudah-mudahan ini jadi ladang amal ibadah kita semua membuka desa-desa tertinggal. Terima kasih kepada semua OPD yang sudah bekerja keras ke sana,” ujar Rudy.

Ia menegaskan, pembangunan akses tidak hanya diarahkan untuk menghubungkan Gerunggung, Tanjung Soke dan Deraya dengan wilayah perkotaan di Kalimantan Timur maupun Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ke depan, akses tersebut juga diharapkan dapat membuka konektivitas dengan wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Saya ingin membayar ketertinggalan mereka selama ini dengan membuka akses yang lebih baik,” tegasnya.

Rudy berharap peningkatan status desa dan pembukaan akses dasar tersebut dapat terus mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.

Morning Briefing turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Ketua Tim Ahli Gubernur Irianto Lambrie, para Asisten serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim.(lk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *