KUKAR, LINGKARKALTIM: Olahraga tradisional (ortrad) gasing di Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan geliat positif. Tak lagi dianggap sekadar permainan musiman, gasing kini didorong menjadi cabang olahraga terukur harian yang memiliki ekosistem pembinaan dan kompetisi yang solid.
Norsyamdani, pelatih gasing sekaligus pengrajin ortrad Kukar, mengungkapkan bahwa perubahan pola pikir (mindset) ini telah dimulainya sejak 2010.
Menurutnya, gasing memiliki potensi besar untuk dilatih secara konsisten layaknya bulu tangkis atau sepak bola.
“Harapan saya anak-anak muda tidak gengsi melestarikan gasing. Selain kaya nilai budaya, olahraga ini sangat baik mengasah fokus, kerja sama, dan toleransi,” ujar Dani pada Selasa (1/9/2026).
Untuk menunjang kebutuhan latihan dan kompetisi, tempat produksi milik Dani mampu menghasilkan 50–100 biji gasing per hari. Harga gasing bervariasi mulai Rp20.000 hingga di atas Rp100.000, tergantung bahan baku. Untuk anak-anak umumnya menggunakan kayu ulin, sedangkan kategori dewasa dan kompetisi mendominasi penggunaan kayu benggris yang lebih tahan benturan.
Secara historis, Kukar mengenal enam jenis gasing: tungkul, bengor, buong, pelele, pendada, dan perangat. Namun, dalam skema pertandingan, dua jenis menjadi paling dominan.
“Gasing perangat biasa digunakan untuk kategori ketahanan putaran (berturai). Sementara gasing buong dan pelele digunakan untuk kategori adu pukul (berajaan). Jenis-jenis ini yang akan dipertandingkan dalam kejuaraan ortrad di ajang Erau pada 20–27 September 2026 mendatang,” terangnya.
Saat ini, Kukar memiliki sekitar 300 pemain gasing aktif yang rutin menggelar latihan di sejumlah titik, seperti Taman Pintar, Lapangan Loa Kulu, dan Stadion Rondong Demang. Pembinaan pun mulai merambah ke tingkat sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Guna menunjang kualitas pertandingan, kesiapan perangkat pertandingan juga menjadi perhatian.
Dani yang berpengalaman memimpin kejuaraan hingga tingkat nasional di NTT kini menjadi satu-satunya wasit gasing tersertifikasi nasional asal Kukar.
“Harapannya ke depan perangkat pertandingan dan wasit tersertifikasi di Kukar bisa terus bertambah,” tambahnya.
Semangat kompetisi ini dirasakan langsung oleh penggiat gasing muda Kukar. Ferdi, salah satu pemain yang rutin berlatih mengaku tengah meningkatkan intensitas latihan bersama rekan-rekannya menyambut agenda turnamen mendatang.
“Sudah lama main gasing sama teman-teman. Kalau mau ada lomba mendekati Erau, kami pasti ikut bertanding,” tegas Ferdi. (Dil)










