350 Penari Bersiap Meriahkan Erau 2026 Lewat Tari Massal “Penjaga Takhta di Tepi Sungai Mahakam”

Ratusan penari melakukan latihan menjelang Erau 2026.(Foto:Hafidz)
Ratusan penari melakukan latihan menjelang Erau 2026.(Foto:Hafidz)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Sebanyak 350 penari saat ini tengah menjalani rutin latihan, untuk persiapan memeriahkan acara Erau 2026 yang agendanya akan dihelat pada 20-27 September 2026.

Pertunukan tarian massal tersebut melibatkan beragam etnis di Kalimantan Timur. Pertunjukan mengambuk tajuk “Penjaga Takhta di Tepi Sungai Mahakam” yang memadukan berbagai unsur.

Read More
banner 300x250

Pimpinan Produksi Tari Massal Erau 2026, Misra Budiarto Ax mengatakan persiapan telah berjalan dan kini memasuki latihan ke-19.

“Alhamdulillah, kita sudah cukup baik untuk mempersiapkan tari massal di Erau ini. Diawali dengan latihan para pelatih, itu ada 12 orang. Setelah itu, yang 12 orang itu akan turun melatih para anggota yang terlibat di tari massal ini,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Ia menjelaskan latihan akan berlangsung hingga menjelang pelaksanaan.

Gladi kotor dijadwalkan 15 September, gladi bersih 18 September, sedangkan 19 September digunakan untuk persiapan properti, kostum dan kebutuhan pendukung, pertunjukan utama dijadwalkan pada 20 September 2026.

Menurutnya, tajuk “Penjaga Takhta di Tepi Sungai Mahakam” tidak sekadar menjadi tema pertunjukan, tetapi membawa pesan mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan sungai.

“Yang mengartikan alam ini, sungai ini bukan saja tanggung jawab pemerintah, bukan saja tanggung jawab kepala daerah, bukan saja tanggung jawab kesultanan, tapi tanggung jawab kita bersama untuk memelihara alam dan sungainya,” tuturnya.

Dari sisi artistik, ia memastikan konsep tahun ini berbeda dengan pertunjukan sebelumnya dimana Ia menghindari konsep yang terlalu teatrikal dan lebih menekankan perpaduan koreografi dengan musik agar menghasilkan pertunjukan yang menarik bagi penonton.

“Saya tidak mau yang teatrikal. Alasannya, pertama kita bukan malam, dan kita berkeinginan tari massal ini memang menjadi satu hiburan yang memukau,” jelasnya.

Tari tersebut dibagi menjadi lima babak hingga bagian akhir dengan melibatkan unsur Melayu pesisir, Dayak Benuq, Modang, Kenyah, Tunjung dan Bahau.

“Konsep kita pada tahun ini semua etnis itu kita libatkan, karena ini namanya Erau. Kalau Erau itu artinya ramai-ramai, oleh karena itu bagaimana kita melibatkan etnis-etnis ini,” ungkapnya.

Namun, persiapan menuju pertunjukan tidak hanya menyangkut penguasaan koreografi. Kondisi fisik para penari juga menjadi perhatian, terutama karena latihan berlangsung di tengah cuaca panas.

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, pihak penyelenggara menggandeng PMI yang telah memberikan dukungan sejak awal latihan.

“Alhamdulillah, PMI itu dari awal sudah membantu kita sampai hari ini,” sebutnya.

Menurutnya, dukungan medis akan tetap disiapkan hingga rangkaian gladi dan hari pelaksanaan. Kebutuhan seperti vitamin maupun penanganan keluhan kesehatan peserta juga telah diantisipasi.

“Sementara ini hanya mungkin yang disiapkan oleh PMI. Jadi apabila ada diperlukan, mau vitamin maupun mungkin ada seperti penyakit maag, itu di PMI sudah disiapkan,” kata dia.(fid)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *