KUKAR, LINGKARKALTIM: Sebanyak 45 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kukar resmi menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) sebagai persiapan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar tersebut tidak hanya menjadi tahapan teknis menjelang pengibaran Bendera Merah Putih, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, disiplin, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan.
Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa para peserta Pusdiklat merupakan generasi terbaik yang akan menjadi harapan daerah di masa mendatang.
Menurutnya, keberhasilan para pelajar melewati proses seleksi yang ketat menunjukkan kualitas, kedisiplinan, dan potensi kepemimpinan yang mereka miliki.
“Adik-adik yang akan mengikuti Pusdiklat Paskibraka adalah matahari terbitnya Kabupaten Kutai Kartanegara. Kami yakin dan percaya, pada masanya nanti, dengan memiliki disiplin yang tinggi, integritas yang baik, dan kapasitas yang cukup, insya Allah mereka inilah yang akan menjadi putra-putri penerus Kutai Kartanegara dan menjadi pemimpin-pemimpin Kutai Kartanegara di masa yang akan datang,” tegas dia, Sabtu (25/7/2026) malam.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti menjelaskan bahwa Pusdiklat Paskibraka merupakan bagian dari program pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan yang menjadi tugas Kesbangpol.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, menanamkan semangat persatuan, serta membentuk generasi muda yang berkarakter berdasarkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ini bukan sekadar persiapan teknis pengibaran Bendera Pusaka pada HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki semangat kebangsaan, disiplin, dan jiwa kepemimpinan,” katanya.
Dia mengungkapkan, proses seleksi Paskibraka tahun ini berlangsung sangat kompetitif.
Dari 484 pelajar yang mendaftar, sebanyak 294 peserta dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan mengikuti tahapan seleksi.
Setelah melalui seluruh rangkaian penilaian, hanya 45 peserta yang berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Kukar, terdiri dari 24 putra dan 21 putri.
Selain itu, tiga peserta berhasil terpilih sebagai anggota Paskibraka Provinsi Kaltim, sementara satu peserta berhasil menembus seleksi Paskibraka tingkat Nasional.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi orang tua, sekolah, maupun kecamatan asal para peserta. Mereka telah melewati proses seleksi yang sangat ketat sehingga layak menjadi wakil terbaik Kutai Kartanegara,” sebut Rinda.
Ia menjelaskan bahwa dari 20 kecamatan di Kabupaten Kukar, hanya 16 kecamatan yang memiliki perwakilan pada Paskibraka Kabupaten tahun ini.
Hal tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi sepenuhnya didasarkan pada kemampuan dan kualitas peserta, bukan berdasarkan pemerataan keterwakilan wilayah.
Ia menyebut, menjadi anggota Paskibraka merupakan impian banyak pelajar karena tidak semua orang memperoleh kesempatan mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih pada momentum paling sakral dalam sejarah bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, seluruh peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui kedisiplinan dan kesungguhan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan, memperkuat mental, serta menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air sehingga mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tanpa kesalahan yang fatal,” pungkas dia. (ASR)










