Dorong PAD, BPKAD Kukar Agresif Garap Potensi Ekonomi dari Aset Tidak Produktif

1 lot Scrap/Limbah Padat eks alat kesehatan CT Scan Merk Hitachi Japan Type Scenaria 128 slices (Kondisi Rusak Berat) dari RSUD A.M. Parikesit, Senin (29/6/26). (Doc. BPKAD Kukar)
1 lot Scrap/Limbah Padat eks alat kesehatan CT Scan Merk Hitachi Japan Type Scenaria 128 slices (Kondisi Rusak Berat) dari RSUD A.M. Parikesit, Senin (29/6/26). (Doc. BPKAD Kukar)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Kartanegara (Kukar) kini kian agresif dalam memutar aset daerah yang tidak produktif menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini terbukti efektif setelah lelang aset berupa alat kesehatan rusak dari RSUD A.M. Parikesit mencatatkan lonjakan harga yang fantastis.

“Bukan cuma kendaraan, BPKAD Kukar juga pintar melihat peluang dari barang-barang yang sudah rusak berat. Contohnya, Selasa (23/6/2026) lalu, kami bekerja sama dengan KPKNL Samarinda sukses melelang alat-alat kesehatan yang sudah rusak dari RSUD A.M. Parikesit,” ujar Kabid Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno, Senin (29/6/2026).

Read More
banner 300x250

Menariknya, nilai transaksi yang dihasilkan mencapai Rp172.566.000. Angka ini melampaui jauh nilai limit awal yang dipatok hanya sebesar Rp7.666.000. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan aset yang tepat sasaran bisa memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.

Melihat tren positif tersebut, BPKAD tidak berhenti di sini. Mereka kini tengah memetakan aset-aset “menganggur” lainnya di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dievaluasi potensi ekonomisnya.

Kasubid Aset BPKAD Kukar, Agus Anriady, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyisiran menyeluruh.

“Kami berencana menyisir OPD lain untuk mendata aset-aset tidak produktif yang bisa dilelang, mulai dari barang yang kondisinya masih utuh sampai yang sudah menjadi besi tua (scrap),” jelas Agus, Senin (29/6/2026).

Strategi yang diterapkan mencakup pendataan detail, proses penilaian harga (appraisal) yang objektif, hingga pelaksanaan lelang secara resmi.

Langkah ini diambil agar barang-barang yang tidak lagi digunakan tidak hanya menumpuk dan menjadi beban pemeliharaan, melainkan kembali bernilai ekonomi.

“Ke depan, semua aset yang sudah tidak produktif akan terus kami optimalkan. Mau yang bentuknya unit utuh atau sisa besi tua, semuanya akan didata dan dilelang secara resmi. Ini cara konkret kita buat mendongkrak PAD secara sah dan transparan,” pungkas Agus. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *