KUKAR, LINGKARKALTIM: Peran baterai atau aki pada sepeda motor injeksi sangat penting. Pasalnya, baterai ini bagaikan jantungnya sepeda motor, agar kendaraan tersebut bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Salah satu mekanik motor di Tenggarong Muhammad Tri mengatakan, sebagian besar masyarakat atau pemilik kendaraan sepeda motor injeksi masih menyepelekan peran baterai.
Hal itu diduga disebabkan pengalaman sebelumnya menggunakan sepeda motor bukan injeksi.
“Perawatan injeksi ini sedikit sulit. Karena hampir seluruh komponen sepeda motor injeksi membutuhkan aliran listrik dari baterai sepeda motor tersebut,” kata Muhammad Tri pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (10/8/2026).
Ia mengaku, kerusakan motor injeksi yang sering ditangani ialah kerusakan pada baterai. Pemilik sepeda motor itu mengira kerusakan tersebut sangat fatal atau salah satu kompenen kelistrikan lainnya.
“Kalau baterai motor itu rusak, pastinya komponen pompa minyak pada motor injeksi tidak bisa bekerja. Berbeda dengan motor karburator yang tak menggunakan komponen pompa minyak,” akunya.
Adapun kelebihan menggunakan motor injeksi ialah irit bahan bakar. Sedangkan kekurangan menggunakan injeksi harus memiliki baterai yang optimal.
“Sebetulnya itu bukan kekurangan dari sepeda motor injeksi. Tapi sebagian besar pemilik sepeda motor injeksi tak memahami kondisi motornya yang sedang bermasalah,” ucapnya.
Dalam hal ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh pemilik kendaraan sepeda motor, untuk mengecekan kondisi atau memperbaiki motornya di bengkel yang terpercaya.
“Jangan sampai kelalaian ini, menimbulkan kerusakan pada komponen motor lainnya,” ujarnya.
Sementara itu warga Tenggarong Muhammad Roni menyebutkan, pernah mengalami kerusakan baterai pada motor injeksi. Akibat dari kerusakan itu, sepeda motor tersebut tak bisa hidup mesinnya.
“Karena sepeda motor injeksi ini tak memiliki starter kaki. Meskipun ada starter kaki, diyakini tak bisa hidup mesinnya, karena komponen pompa minyak itu tak bisa hidup,” sebut Muhammad Roni. (Kik)










