KUKAR, LINGKARKALTIM : Sekolah Menengah Pertama (SMP) Teknologi Tenggarong mengalami kekurangan guru pengajar.
Hal itu disampaikan oleh Kepala SMP Teknologi Tenggarong Muhammad Ridwan pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Sabtu (15/8/2026).
Ia mengatakan, di sekolah ini memiliki 12 mata pelajaran. Untuk itu, guru yang dibutuhkan idealnya 1 guru 1 mata pelajaran atau sekitar 12 orang.
“Saya sendiri turut membantu mengajar. Jadi jumlah guru saat ini termasuk saya dan guru bantu ada 11 orang,” katanya.
Adapun kekurangan guru tersebut pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Agama Islam, Seni Budaya dan Prakarya serta Agama Kristen.
Kekurangan guru ini telah disampaikan oleh Yayasan. Saat ini Yayasan atau sekolah telah membukan lowongan atau kesempatan kerja untuk mengajar di sekolah ini.
“Kita sudah buka pendaftaran, tapi masih minim yang menjadi guru di sekolah ini,” ucapnya.
Untuk solusi lainnya ialah, pihak sekolah meminta bantuan kepada guru di luar untuk mengajar di sekolah ini. Ia juga telah memastikan, guru yang membantu ini tidak mengganggu jam ngajar pada sekolah utamanya.
“Ada beberapa guru yang kami minta bantuan untuk mengajar di sekolah ini,” ujarnya.
Menurutnya, kekurangan guru pengajar untuk sekolah swasta ini merupakan tantangan berat. Karena sangat minim peminat tenaga pengajar yang ingin mengabdi di sekolah swasta.
“Honor guru ini hanya Rp. 12,5 ribu per jam, dalam 1 bulan honor yang diterima sekitar Rp. 400 ribu,” ungkapnya.
Ia menegaskan, guru swasta ini hanya berharap dari honor dari Yayasan dan insentif, tapi untuk mendapatkan insentif ini harus sesuai dengan ketentuan syarat yang berlaku.
“Insentif ini dari pemerintah daerah dengan nilai Rp. 800 ribu. Sehingga untuk mendapatkan insentif yang sesuai dengan persyaratan,” tegasnya.
Sementara itu Guru Mata Pelajaran IPS di SMP Teknologi Rustan mengaku hanpir 2 tahun mengajar di sekolah tersebut. Selama ini hanya mendapatkan honor dari Yayasan sekitar Rp. 300-400 ribu per bulan.
“Insentif belum diterima karena saya belum 2 tahun mengajar, itu menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan insenstif,” aku Rustan.
Ia mengungkapkan, saat ini mengajar di SMP Teknologi merangkap 2 mata pelajaran diantaranya IPS dan Pendidikan Agama Islam. (riz)










