KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) terus berupaya memenuhi rasio kebutuhan prasarana dan sarana pertanian untuk mendukung peningkatan produksi serta produktivitas petani.
Kepala Bidang Sapras Distanak Kukar, Muhammad Rifani, menyampaikan bahwa program infrastruktur pertanian seperti saluran irigasi, jalan usaha tani, pintu air, dam parit, dan long storage tetap menjadi prioritas meskipun tahun ini dihadapkan pada tantangan rasionalisasi anggaran.
“Kalau secara kuantitas mungkin berkurang, tapi secara kualitas tetap kita pertahankan. Bahkan kita perketat lagi filter programnya agar benar-benar tepat sasaran dan menyasar kebutuhan yang paling prioritas,” ujar Rifani Selasa (5/8/2025).
Ia menjelaskan, kegiatan fisik dan administrasi sudah berjalan, namun sejumlah pelaksanaan teknis sedikit tertunda karena menunggu kejelasan anggaran tahun berjalan. Distanak Kukar menargetkan mulai pertengahan Agustus 2025 proses pelaksanaan kegiatan akan kembali berjalan secara maksimal.
“Insyaallah pertengahan Agustus paling lambat sudah mulai running lagi, baik untuk kegiatan fisik maupun pengadaan sarana pertanian lainnya,” jelasnya.
Rifani juga menambahkan bahwa program pengadaan alat dan mesin pertanian tetap dilaksanakan, seperti alat olah tanah, alat panen, hand sprayer, serta bantuan benih unggul untuk mendukung produktivitas petani.
“Tujuan akhirnya adalah peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Semua muaranya ke sana. Jadi meskipun ada rasionalisasi, manfaatnya harus tetap terasa bagi petani,” katanya.
Distanak Kukar juga tengah mendorong upaya intensifikasi pertanian, tidak hanya dengan peningkatan sarana, tetapi juga dengan memperluas frekuensi tanam. Jika selama ini sebagian besar wilayah hanya dua kali tanam, kini didorong menjadi tiga kali tanam di beberapa kecamatan.
“Kita sedang upayakan tiga kali tanam per tahun di wilayah tertentu. Misalnya di Kecamatan Samboja, Anggana, dan Muara Kaman. Mudah-mudahan ini bisa berhasil dan menjadi model,” ungkapnya.
Peningkatan pola tanam ini diharapkan bisa menjadi solusi strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, sekaligus memberi nilai tambah secara ekonomi bagi petani di Kutai Kartanegara.
Dengan semangat mempercepat pembangunan sektor pertanian berbasis infrastruktur dan inovasi, Distanak Kukar optimistis tetap dapat menjaga kualitas program di tengah keterbatasan anggaran.(IDN/ADV)










