Bupati Kukar Evaluasi Distribusi Tenaga Kesehatan

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi tenaga kesehatan guna memastikan pelayanan yang merata di seluruh wilayah.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, saat ini masih terjadi ketimpangan penempatan tenaga kesehatan.

Read More
banner 300x250

Di beberapa fasilitas terdapat kelebihan tenaga, sementara di wilayah lain justru mengalami kekurangan.

“Dari laporan yang kami verifikasi, memang kondisi tenaga kesehatan belum merata. Ada yang berlebih, ada juga yang kekurangan,” terang dia kepada awak media, Senin (20/4/2026).

Sebagai langkah tindak lanjut, ia telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menghitung ulang kebutuhan ideal tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan, terutama puskesmas.

Pemetaan ini mencakup seluruh jenis tenaga, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga tenaga kesehatan lainnya seperti ahli gizi.

“Kami ingin memastikan seluruh komponen tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah pelayanan,” jelas Aulia.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga, Pemkab Kukar akan memanfaatkan mekanisme yang tersedia, termasuk pengangkatan tenaga honor daerah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku.

Dia mengatakan bahwa setiap kebijakan harus tetap berada dalam koridor regulasi, meskipun kebutuhan di lapangan cukup mendesak.

“Dalam pemerintahan, yang utama adalah mengikuti aturan. Kebijakan harus disesuaikan dengan regulasi,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Kukar juga menerapkan kebijakan pembatasan perpindahan tenaga kesehatan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Aulia menyebut, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pemerataan distribusi tenaga di setiap wilayah.

“Dengan tidak membuka perpindahan PPPK, distribusi tenaga bisa lebih terjaga,” tutur dia.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah juga mendorong program beasiswa tematik bagi putra daerah di bidang kesehatan.

Ia berharap program itu dapat mencetak tenaga medis baru yang siap mengabdi di daerah.

“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, tinggal memperkuat implementasinya,” tutup Aulia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *