KUKAR, LINGKARKALTIM: Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim terus berjalan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan para atlet tetap menjalani latihan secara maksimal sambil menunggu kepastian dukungan pendanaan.
Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar mengungkapkan hingga saat ini pembahasan teknis dan kebutuhan anggaran masih berada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Pihaknya hanya menyampaikan data kebutuhan sebagai dasar perencanaan.
“Karena titiknya ada di Dispora, kami di KONI menyampaikan data saja. Mulai dari jumlah atlet, jumlah cabang olahraga, semua sudah kami serahkan,” ucap dia, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan hasil rapat kerja (raker) tingkat provinsi di Kabupaten Paser, disepakati sebanyak 64 cabang olahraga akan dipertandingkan pada Porprov mendatang, meskipun masih ada kemungkinan penyesuaian.
“Ada kemungkinan nanti kelas-kelas pertandingan akan dikurangi oleh cabor provinsi dan KONI provinsi. Kalau itu terjadi, otomatis jumlah atlet yang dikirim juga akan berkurang,” jelas Chairil.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami Kukar, tetapi juga hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Keterbatasan anggaran membuat daerah harus menyesuaikan kekuatan kontingen yang akan diberangkatkan.
“Semua daerah sekarang sama, istilahnya ‘ikat pinggang’. Dari hasil raker kemarin, banyak daerah juga yang belum ada kepastian anggaran dan masih menunggu perubahan APBD,” katanya.
Meski demikian, Chairil mengungkapkan bahwa semangat para atlet dan pengurus cabang olahraga tetap tinggi.
Bahkan, latihan dan persiapan terus dilakukan secara mandiri dengan berbagai keterbatasan.
“Itu yang patut kita apresiasi. Teman-teman cabor tetap giat berlatih, meskipun ada pengorbanan, baik secara finansial maupun tenaga dan pikiran,” ungkap dia.
Untuk kebutuhan anggaran secara keseluruhan, KONI Kukar memperkirakan diperlukan dana sekitar Rp25 hingga Rp30 miliar.
Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari sarana dan prasarana, uang saku atlet, hingga pelaksanaan training center (TC).
“TC itu ada dua, ada yang sentralisasi dan ada yang desentralisasi. Semua itu sudah kita hitung dalam usulan anggaran,” jelas Chairil.
Dia mengatakan bahwa keputusan akhir terkait besaran anggaran tetap berada di Dispora sebagai leading sector.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera menghasilkan solusi agar persiapan Porprov berjalan optimal. (ASR)










