KUKAR LINGKARKALTIM: Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) bersama Universitas Leiden–Delft–Erasmus (LDE) Belanda melakukan kunjungan silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji Muhammad Arifin.
Guru Besar Fakultas Kehutanan Prof. Rudianto Amirta, Prof. Irawan Wijaya Kusuma mengatakan bahwa pemahaman kultur dan budaya Kukar di lingkungan akademik masih sangat terbatas, termasuk di Unmul.
“Di kampus Mulawarman sendiri, kita tidak banyak melihat bentuk arsitek yang mencerminkan budaya dan informasi tentang budaya, sejarah Kutai Kartanegara masih minim,” ucap dia, Selasa (3/2/2026).
Ia mengungkapkan, pemahaman tersebut mulai terbuka setelah menerima presentasi dari Pangeran Noto Negoro Muhammad Heriansyah, yang memaparkan kekayaan budaya, desain arsitektur, serta sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Usai pemaparan itu, ia langsung mengajukan permohonan kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk mengangkat informasi budaya dan sejarah ke dalam program akademik melalui Tesis Laboratorium.
“Kami mewakili Unmul menggandeng tiga perguruan tinggi Belanda, yakni Leiden University, Delft University of Technology, dan Erasmus University. Alhamdulillah, konsep yang kami ajukan diterima dan disambut baik oleh ayahanda sultan,” ungkap Rudianto.
Dia berkomitmen Unmul akan mengenalkan budaya Kukar ke tingkat global, mengingat selama ini representasi budaya Kaltim di kancah internasional belum secara spesifik menampilkan Kukar.
Terlebih, minimnya simbol dan artefak Kerajaan Kutai di lingkungan Unmul.
“Nama Mulawarman ada, tetapi kita tidak banyak tahu tentang Mulawarman. Artefak sejarah seperti Yupa pun belum hadir di lingkungan kampus,” katanya.
Delegasi perguruan tinggi Belanda pun sangat mengapresiasi kekayaan budaya Kukar dan membuka diskusi mengenai potensi kerja sama, baik dalam pengembangan budaya, pembangunan daerah, maupun sistem pendidikan.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya bersama perguruan tinggi Belanda berencana membangun kerja sama tripartit dengan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) melalui konsorsium pengembangan program studi dan sumber daya manusia.
“Unmul akan memanfaatkan jejaring internasional yang dimiliki untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, sarana, dan infrastruktur di Unikarta, dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah,” tutur dia.
Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin melalui Pangeran Noto Negoro Muhammad Heriansyah berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang pertukaran budaya bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami nilai-nilai historis dan kearifan lokal Kukar.
Ia menegaskan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sangat menyambut baik rencana kolaborasi antar lembaga adat tersebut.
“Para akademisi ingin menggali informasi sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara, sekaligus mempelajari tipologi arsitektur Kutai yang berkembang di wilayah Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ASR)










