Pedagang Sayur Keluhkan Kenaikan Bahan Baku

Gambaran bahan pokok dapur yang dijual di pasar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Gambaran bahan pokok dapur yang dijual di pasar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kenaikan harga sejumlah bahan baku mulai dirasakan pedagang sayur di Kukar.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada biaya produksi, tetapi juga memengaruhi daya beli masyarakat.

Read More
banner 300x250

Salah satu pedagang sayur di kawasan Jalan Panjaitan Tenggarong, Ismi mengaku hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

“Iya, naik semua. Ini saja kedelai naik, jadi ukuran tempe sekarang dikecilkan. Biasanya besar, sekarang jadi lebih tipis,” ungkap dia, Minggu (19/4/2026).

Tidak hanya bahan pangan, kenaikan juga terjadi pada kebutuhan penunjang seperti plastik.

Harga plastik yang sebelumnya sekitar Rp6 ribu per pak kini melonjak menjadi Rp12 ribu, hingga Rp25 ribu.

“Kasihan pembeli, semua barang sudah naik,” kata Ismi.

Dampak kenaikan harga ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu pembeli, Sari mengaku kondisi tersebut cukup memberatkan, terutama karena menyangkut kebutuhan pokok sehari-hari.

“Iya, tentu tidak nyaman ya. Soalnya yang naik ini bahan dapur semua, seperti sayur, tempe, cabai, bawang, sampai plastik juga,” ungkapnya.

Menurutnya, meskipun harga naik, kebutuhan tetap harus dipenuhi. Namun, ia kini mulai mengurangi jumlah belanja untuk menyesuaikan kondisi keuangan.

“Mau tidak mau tetap beli, tapi sekarang dikurangi. Tidak sebanyak dulu sebelum harga naik,” sebut Sari.

Baik pedagang maupun pembeli berharap kondisi harga dapat kembali stabil dalam waktu dekat.

Mereka juga berharap adanya peran pemerintah untuk membantu menekan kenaikan harga agar tidak terus berlanjut.

“Harapannya harga bisa normal lagi seperti semula,” tutup dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *