Perkuat Literasi, SMPN 4 Tenggarong Berupaya Cegah Siswa Belum Bisa Membaca

SMPN 4 Tenggarong, Jalan AM. Salehuddin, Kelurahan Loa Tebu. (Far/Lingkarkaltim)
SMPN 4 Tenggarong, Jalan AM. Salehuddin, Kelurahan Loa Tebu. (Far/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Tenggarong terus memperkuat program literasi sebagai upaya meningkatkan minat baca sekaligus mencegah masih adanya siswa yang belum memiliki kemampuan membaca yang memadai saat memasuki jenjang SMP.

Sekolah yang berlokasi di Jalan AM. Salehuddin, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut menjadikan literasi sebagai salah satu acuan penting dalam mendukung proses pembelajaran siswa.

Read More
banner 300x250

Kepala SMPN 4 Tenggarong, Rosidi, menyampaikan program tersebut dikembangkan karena kurangnya minat membaca di kalangan siswa. Menurutnya, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki kemampuan memahami apa isi dari buku yang telah dibaca.

“Kami mengutamakan literasi ini sebagai acuan pembelajaran juga,” ujarnya Rosidi pada Lingkarkaltim.com, Rabu (04/11/2026).

Untuk menarik minat siswa, pihak sekolah menyesuaikan bahan bacaan dengan jenjang kelas dan karakteristik peserta didik. Untuk siswa kelas VII atau kelas satu SMP, diarahkan untuk membaca buku dongeng bergambar yang dinilai sesuai dengan karakter mereka yang masih menyukai cerita anak-anak, sedangkan untuk siswa kelas dua dan tiga diberi buku bacaan yang lebih beragam seperti novel.

Dalam program penguatan literasi, Rosidi mengapresiasi siswa yang gemar membaca novel, bahkan sampai ada siswa yang bisa membuat karya tulis novel karangan mandiri.

“Dari literasi ini kami membentuk bibit unggul dalam ketertarikannya dibidang menulis, sudah ada dua siswa yang berminat dalam menulis novel,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rosidi menyoroti pentingnya kemampuan dasar membaca yang seharusnya telah dikuasai siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Ia menilai, masih adanya siswa yang belum lancar membaca, sehingga menjadi perhatian serius yang perlu ditangani bersama oleh pihak sekolah dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Menurut Rosidi, hal seperti keterlambatan dalam membaca patut diutamakan oleh siswa agar tidak tertinggal dengan teman yang jauh lebih unggul.

“Harusnya mereka sudah pandai membaca, karena sudah duduk di bangku SMP,” imbuhnya.

Rosidi berharap program literasi dapat terus meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman siswa.

“Kami berharap mereka lebih mampu dalam nilai literasi kedepannya, juga pastinya kami selalu ingin mencetak generasi giat membaca,” pungkasnya. (ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *