KUKAR, LINGKARKALTIM: SD Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Tenggarong memiliki sejumlah program unggulan berbasis pendidikan Islam. Salah satunya adalah program hafalan Al-Qur’an dengan target minimal tiga juz bagi para siswa.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Triyu, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tersebut berdiri pada akhir 2019 dan hingga kini telah meluluskan dua angkatan.
Wakil Kepala SD Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Tenggarong, Padri, mengatakan program unggulan sekolah meliputi hafalan Al-Qur’an dan hadis. Program tersebut dirancang untuk membiasakan siswa mempelajari serta menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an sejak dini.
“Kami memiliki waktu khusus untuk hafalan Al-Qur’an pada pagi hari. Program ini dilaksanakan setiap hari,” ujarnya kepada Lingkarkaltim.com, Senin (2/11/2026).
Menurut Padri, kegiatan menghafal dilakukan secara rutin untuk melatih daya ingat dan kemampuan siswa dalam mengingat ayat-ayat Al-Qur’an. Selain menambah hafalan, sekolah juga menerapkan kegiatan murojaah atau mengulang hafalan sebelum waktu pulang.
“Kami melakukan murojaah menjelang waktu pulang sekolah. Tujuannya agar anak-anak kembali mengulang apa yang sudah mereka hafalkan,” jelasnya.
Ia mengakui, sebagian siswa mampu menghafal dengan cepat. Namun, ketika diminta mengulang hafalan yang telah dipelajari, tidak sedikit yang masih mengalami kesulitan.
Karena itu, kegiatan murojaah menjadi bagian penting dalam program pembelajaran agar hafalan siswa dapat terjaga dan semakin kuat.
Selain hafalan Al-Qur’an, sekolah juga memiliki program hafalan hadis yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Padri menjelaskan, setiap siswa memiliki target hafalan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Target tersebut sekaligus menjadi salah satu indikator untuk mengetahui perkembangan hafalan siswa.
“Kami memiliki target hafalan yang berbeda pada setiap anak. Target ini menjadi bahan penilaian untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menghafalkan hadis yang diberikan sekolah,” ungkapnya.
Dalam menjalankan program tersebut, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan orang tua siswa. Keterlibatan orang tua diperlukan untuk mendampingi anak agar tetap melanjutkan kegiatan menghafal ketika berada di rumah.
“Kami bekerja sama dengan orang tua untuk membantu anak-anak menghafal. Jadi, mereka tetap melanjutkan hafalan meskipun berada di rumah,” tuturnya.
Padri menambahkan, setiap siswa memiliki kemampuan menghafal yang berbeda. Meski ada yang mengalami kesulitan, dukungan dan pendampingan dari guru serta orang tua diharapkan dapat menjaga semangat mereka dalam mengikuti program tersebut.
Ia berharap, seluruh siswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan bekal ilmu yang bermanfaat serta menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarga.
“Kami berharap anak-anak bisa menjadi kebanggaan bagi pihak sekolah maupun orang tua. Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depannya,” pungkasnya. (ahk/*far)










