Optimalkan Pengelolaan Lingkungan, SDN 016 Tenggarong Bidik Adiwiyata Nasional 2026

Kepala SDN 016 Tenggarong, Siti Faini. (Far/Lingkarkaltim)
Kepala SDN 016 Tenggarong, Siti Faini. (Far/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SD Negeri (SDN) 016 Tenggarong tengah menantikan hasil penilaian Program Adiwiyata tingkat nasional tahun 2026. Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Loa Tebu, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tersebut terus menanamkan kesadaran kepada siswa agar peduli terhadap kebersihan lingkungan sejak dini.

Read More
banner 300x250

Kepala SDN 016 Tenggarong, Siti Faini, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kedisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan sekolah, termasuk membiasakan mereka memungut sampah yang ditemukan di lingkungan sekolah.

“Kami mengajarkan kepada anak-anak, jika melihat sampah, langsung diambil dan dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan sekolah,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Menurut Siti, pembiasaan tersebut bertujuan membangun rasa tanggung jawab dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan demikian, kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kami berusaha membangun rasa kepedulian kepada siswa dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, keberadaan sampah berupa daun dan ranting di lingkungan sekolah merupakan hal yang wajar. Bahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu konsekuensi dari banyaknya pepohonan yang tumbuh di halaman sekolah.

“Kalau sampah daun dan ranting, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Sebab, sekolah Adiwiyata memang seharusnya memiliki banyak pepohonan,” tambahnya.

Meski demikian, sampah organik tetap dikelola agar tidak menumpuk. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah memanfaatkan lubang biopori untuk membantu proses penguraian sampah organik menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

Selain pengelolaan sampah organik, pihak sekolah juga berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Siswa diimbau membawa botol minum dan tempat makan sendiri dari rumah guna meminimalkan sampah plastik di lingkungan sekolah.

“Kami juga sudah mengimbau pihak kantin agar tidak menggunakan plastik sebagai wadah makanan yang dijual,” tegasnya.

Melalui berbagai pembiasaan tersebut, Siti berharap kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan tertata tidak hanya memberikan kenyamanan secara visual, tetapi juga mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif.

Ia berharap, berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini dapat memberikan hasil terbaik dalam penilaian Adiwiyata tingkat nasional 2026.

“Kami berharap hasilnya memuaskan untuk SDN 016 Tenggarong. Apa yang sudah kami upayakan selama ini, baik untuk lingkungan, siswa, maupun guru, mudah-mudahan mendapatkan nilai yang memuaskan,” pungkasnya. (ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *