Kebakaran Pasar SAD Sisakan Duka Pedagang, Hidran Tak Berfungsi jadi Evaluasi Pemkab Berau

Bupati Berau Didampingi OPD Terkait Melakukan Peninjauan Ke Lokasi Kebakaran. (Nadzriel/Lingkarkaltim).
Bupati Berau Didampingi OPD Terkait Melakukan Peninjauan Ke Lokasi Kebakaran. (Nadzriel/Lingkarkaltim).
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Rabu (4/11/2026) malam, menyisakan persoalan lebih dari sekadar bangunan yang hangus terbakar. Di balik puing-puing kios, puluhan pedagang kini harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Sebanyak 29 kios dan empat rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang mulai menyiapkan langkah pemulihan agar para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi tanpa harus menunggu terlalu lama. Salah satu solusi yang disiapkan adalah mengaktifkan kembali food court di lantai dua Pasar SAD.

Read More
banner 300x250

Fasilitas tersebut direncanakan menjadi tempat berjualan sementara bagi pedagang makanan siap saji yang kehilangan lapak akibat kebakaran.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turun langsung meninjau lokasi kejadian.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga menemui para pedagang terdampak dan menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

Sri Juniarsih menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami para pedagang. Ia meminta mereka tetap bersabar sembari pemerintah daerah berupaya mencari solusi agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.

“Kepada para pedagang, kami sampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Mohon bersabar dahulu, nanti kita sama-sama carikan solusinya,” tuturnya.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 19.10 WITA dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. Api dengan cepat merambat dan melalap sejumlah bangunan, baik semi permanen maupun permanen. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada salah satu kios. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, dampak kebakaran cukup besar karena puluhan kios dan sejumlah rumah ikut terdampak.

Di tengah kerugian yang dialami para pedagang, ketersediaan tempat berjualan sementara menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Pemerintah daerah pun berupaya agar mereka tidak terlalu lama kehilangan kesempatan untuk mencari nafkah. Sri Juniarsih mengatakan, kawasan yang terdampak kebakaran merupakan aset milik pemerintah daerah.

Karena itu, penanganan pascakebakaran tidak hanya berkaitan dengan pembersihan sisa material bangunan, tetapi juga harus disertai langkah pemulihan aktivitas perdagangan.

Ia telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan pembersihan puing-puing kebakaran setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai.

Sementara itu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) diminta segera menyiapkan pemanfaatan food court di lantai dua sebagai lokasi berjualan sementara.

“Saya sudah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk mencari solusi agar para pedagang ini bisa kembali beraktivitas. Salah satunya dengan memanfaatkan food court di lantai dua. Mari bersama-sama kita hidupkan kembali kawasan tersebut agar bisa digunakan dan memberikan manfaat bagi para pedagang,” ujarnya.

Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi solusi awal bagi pedagang makanan siap saji yang kehilangan tempat usaha. Dengan begitu, roda perekonomian di kawasan pasar diharapkan tetap bergerak meskipun sejumlah kios masih harus melalui proses penanganan pascakebakaran.

Di sisi lain, peristiwa kebakaran ini juga menjadi momentum bagi Pemkab Berau untuk kembali mengevaluasi kondisi Pasar SAD. Bupati menilai, persoalan pasar tidak hanya berkaitan dengan bangunan dan fasilitas perdagangan, tetapi juga menyangkut tata kelola kawasan yang perlu dikembalikan sesuai fungsi peruntukannya.

Menurut Sri Juniarsih, aktivitas perdagangan yang semestinya berlangsung di dalam pasar kini sebagian justru bergeser ke luar kawasan. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar fasilitas yang telah disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah aktivitas pasar subuh yang berlangsung melebihi waktu operasional.

Selain itu, fungsi area parkir juga perlu dikembalikan agar tidak digunakan untuk aktivitas lain yang dapat mengganggu ketertiban kawasan.

Pemkab Berau berencana melakukan penataan dengan melibatkan para pedagang.

Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diterapkan nantinya tidak hanya berorientasi pada ketertiban, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan usaha para pedagang.

“Pasar ini perlu kita tata kembali. Dahulu aktivitas perdagangan di dalam pasar cukup ramai, tetapi sekarang sebagian aktivitas justru bergeser ke luar. Kita akan mencari solusi bersama para pedagang agar lapak yang telah disediakan pemerintah dapat kembali dimanfaatkan. Termasuk memperbaiki tata letak kios agar lebih tertata dan kejadian serupa bisa kita antisipasi,” jelasnya.

Selain persoalan penataan kawasan, satu hal penting yang turut menjadi perhatian adalah kesiapan fasilitas keselamatan kebakaran di Pasar SAD. Dalam evaluasi awal, keberadaan hidran di kawasan pasar dilaporkan sudah lama tidak berfungsi. Jangkauan fasilitas tersebut juga disebut belum mampu mencakup seluruh area pasar.

Kondisi ini menjadi catatan penting dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Sebab, kawasan pasar dengan aktivitas perdagangan yang padat membutuhkan fasilitas keselamatan yang memadai agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Pemkab Berau pun berencana melakukan pembenahan terhadap fasilitas pendukung tersebut.

Evaluasi tidak hanya diarahkan pada keberadaan hidran, tetapi juga pada kesiapan sarana dan prasarana keselamatan di seluruh kawasan pasar. Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan fasilitas pencegahan dan penanganan kebakaran benar-benar berfungsi serta memiliki jangkauan yang memadai.

Dikatakan, kebakaran Pasar SAD bukan hanya menyisakan pekerjaan rumah untuk membersihkan puing dan memperbaiki bangunan yang terdampak. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penataan pasar, perlindungan terhadap pedagang, serta kesiapan fasilitas keselamatan di ruang publik.

“Kami sadari bagi para pedagang yang kehilangan kios, harapan terbesar tentu sederhana, bisa kembali berjualan, mendapatkan penghasilan, dan melanjutkan usaha yang selama ini menjadi tumpuan kehidupan mereka,”tutupnya. (riel/advertorial)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *