KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) melalui program beasiswa. Program yang menjadi bagian dari 17 Program Dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar tersebut memberikan kesempatan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan, mulai dari jenjang S2 hingga S3, termasuk pendidikan dokter spesialis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan, program beasiswa ASN merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas aparatur. Program tersebut sebenarnya telah berjalan sejak tahun lalu, meskipun jumlah penerimanya masih disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Beasiswa ASN sampai S3 itu merupakan program dedikasi Pak Bupati yang masuk dalam 17 Program Dedikasi ASN Sejahtera. Di dalamnya juga ada pemberian beasiswa bagi ASN dan itu sudah dilakukan sejak tahun lalu, meskipun jumlah penerimanya belum banyak. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan ASN yang mengikuti serta anggaran yang tersedia,” ungkap Sunggono, Sabtu (31/10/2026).
Ia berharap, pada tahun mendatang alokasi anggaran maupun jumlah penerima beasiswa dapat ditingkatkan. Namun, pemerintah daerah tetap mengutamakan kesesuaian bidang pendidikan dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, penerima beasiswa tidak hanya diarahkan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja pemerintahan.
“Pendidikan yang dituju harus linier dengan kebutuhan organisasi pemerintah daerah. Kalau untuk S2 cukup banyak, sedangkan untuk pendidikan spesialis kebanyakan dari kalangan dokter. Kita sesuaikan dengan kebutuhan SDM yang ada di pemerintah daerah,” jelasnya.
Sunggono menambahkan, dukungan pendidikan juga diberikan hingga jenjang doktoral atau S3, termasuk bagi ASN yang menempuh pendidikan di luar negeri, salah satunya Jepang. Pembiayaan dilakukan berdasarkan ketentuan dan paket anggaran yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, masa pembiayaan pendidikan juga memiliki batas waktu. Untuk program S3, misalnya, pembiayaan dapat diberikan hingga lima tahun. Apabila masa studi melewati batas tersebut, pemerintah daerah tidak lagi menanggung biaya pendidikan tambahan.
Komitmen tersebut turut dirasakan Tri Joko Kuncoro, salah satu penerima beasiswa ASN Hebat. Ia mengaku bersyukur karena program tersebut memberikan kesempatan bagi ASN untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Menurutnya, perhatian Bupati Kukar terhadap dunia pendidikan memang telah terlihat sejak awal kepemimpinan Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin. Peningkatan kapasitas aparatur menjadi salah satu bagian penting dari komitmen tersebut.
“Alhamdulillah, kami difasilitasi melalui bantuan ini. Khususnya bagi ASN, tentu sangat terbantu. Saya senang dan berterima kasih kepada Bupati serta Pemerintah Kabupaten Kukar karena beasiswa ini sangat membantu pembiayaan pendidikan, terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya aparatur,” ujarnya.
Saat ini, Tri Joko tengah menempuh pendidikan Magister Administrasi Publik (MAP) di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Bantuan beasiswa yang diterimanya langsung dialokasikan untuk pembayaran biaya perkuliahan.
Ia menilai, peningkatan kualifikasi pendidikan menjadi kebutuhan penting bagi ASN, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
ASN dituntut terus menyesuaikan kemampuan dengan perubahan zaman agar mampu memberikan pelayanan maksimal sesuai bidang tugas masing-masing.
“Perkembangan zaman dan teknologi membuat ASN harus terus menyesuaikan diri. Kita perlu meningkatkan kapasitas masing-masing agar bisa semaksimal mungkin melayani masyarakat sesuai kemampuan dan tugas di OPD. Peningkatan kemampuan itu bisa melalui pendidikan, pelatihan, maupun kegiatan lainnya,” tuturnya.
Tri Joko berharap program beasiswa ASN Hebat dapat terus berlanjut dengan dukungan anggaran yang lebih besar sehingga semakin banyak aparatur yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
Ia juga mengajak rekan-rekan ASN agar tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa memandang usia.
“Harapannya, program seperti ini bisa terus berlanjut dan anggarannya dapat diperbesar. Jangan pernah berhenti mengejar pendidikan. Berapa pun usia kita, kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri tetap terbuka. Pada akhirnya, semua itu kembali untuk pelayanan kepada masyarakat. Kalau kualitas SDM-nya baik, insyaallah pelayanan juga akan semakin maksimal,” pungkasnya. (Adv/dil)










