KUKAR, LINGKARKALTIM: Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai lebih dari 60 ribu pengguna. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar pun terus menggenjot aktivasi untuk mencapai target 20 persen dari penduduk wajib KTP.
Plt Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, mengatakan capaian aktivasi IKD saat ini telah berada di atas 10 persen. Meski demikian, pihaknya masih berupaya memperluas jangkauan layanan agar target yang ditetapkan dapat tercapai.
“IKD kita sudah 10 persen lebih dari target 20 persen. Lumayan besar jumlahnya karena penduduk kita kan banyak. Itu jumlahnya kalau diangkatkan sudah lebih 60 ribu orang untuk wajib KTP. Jadi kita ingin lebih tinggi lagi,” ungkap Iryanto, Jumat (30/10/2026).
Untuk mempercepat capaian tersebut, Disdukcapil Kukar berencana memperluas pola jemput bola dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota kepolisian. Mereka diharapkan tidak hanya melakukan aktivasi IKD secara mandiri, tetapi juga membantu mengajak masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Selain itu, Disdukcapil juga menjajaki kerja sama dengan TNI serta melibatkan kader posyandu untuk memperluas sosialisasi dan aktivasi IKD. Upaya tersebut diharapkan membuat pelayanan semakin dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menyampaikan bahwa IKD bukan sekadar representasi KTP elektronik dalam bentuk digital.
“IKD merupakan gerbang menuju transformasi layanan publik yang lebih cepat, aman, dan efisien. Ke depan, masyarakat akan semakin mudah mengakses berbagai layanan pemerintah cukup melalui satu identitas digital (Digital ID) yang terverifikasi,” ujarnya.
Data Ditjen Dukcapil menunjukkan, aktivasi IKD secara nasional terus meningkat. Pada Semester II Tahun 2024 tercatat sebanyak 13.074.438 pengguna. Jumlah tersebut meningkat menjadi 14.861.387 pengguna pada Semester I Tahun 2025, kemudian 17.428.554 pengguna pada Semester II Tahun 2025, hingga mencapai lebih dari 20,5 juta pengguna pada Semester I Tahun 2026.
Tren tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap identitas kependudukan digital sebagai bagian dari pelayanan publik modern.
Data itu disampaikan Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026). Rilis DKB dilaksanakan setelah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka Rakornas dan memberikan arahan kepada jajaran Dukcapil se-Indonesia.
Dengan perluasan aktivasi tersebut, Disdukcapil Kukar berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan IKD untuk mendukung kemudahan akses layanan administrasi kependudukan maupun layanan publik lainnya. (Adv/dil)










