Beseprah Resmi jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026

Kegiatan beserpah atau makan sambil bersila yang dilaksanakan sebagai rangkain dari kegiaran Erau. Nampak foto Erau tahun 2025 lalu.(Dok.Wahyudi)
Kegiatan beserpah atau makan sambil bersila yang dilaksanakan sebagai rangkain dari kegiaran Erau. Nampak foto Erau tahun 2025 lalu.(Dok.Wahyudi)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM.COM: Tradisi Beseprah, yakni tradisi makan bersama khas masyarakat Kutai, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada 2026.

Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan Beseprah sebagai tradisi yang telah hidup, berkembang, dan diwariskan masyarakat Kutai dari generasi ke generasi.

Read More
banner 300x250

Beseprah merupakan tradisi makan bersama masyarakat Kutai yang dilakukan dengan duduk bersila di lantai. Beragam makanan dan minuman disajikan secara rapi di atas seprah, yakni lapik atau kain yang dihamparkan sebagai alas untuk menyajikan makanan sekaligus peralatan makan.

Ukuran seprah biasanya disesuaikan dengan jumlah orang yang diundang untuk makan bersama. Tradisi tersebut mencerminkan nilai kebersamaan dan kesetaraan melalui filosofi “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi”.

Dalam perkembangannya, Beseprah tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kutai, tetapi juga menjadi agenda rutin dalam pelaksanaan Pesta Adat Erau.

Tradisi tersebut menjadi salah satu cara Kesultanan Kutai Kartanegara untuk berinteraksi sekaligus menjamu rakyat. Sultan mengundang masyarakat untuk makan bersama tanpa membedakan status sosial.

Melalui Beseprah, hubungan antara pemimpin dan masyarakat diharapkan semakin erat. Tradisi ini tidak semata-mata berbicara tentang makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi cerita, saling mendengarkan, menyampaikan persoalan, mencari solusi, serta memperkuat kebersamaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Heriansyah, menyambut baik penetapan Beseprah sebagai WBTB Indonesia.

Ia mengatakan, pengakuan tersebut penting untuk menjaga keberadaan Beseprah sekaligus memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap diwariskan kepada generasi muda.

“Kita sangat bersyukur Beseprah masuk sebagai Warisan Budaya Takbenda. Ini merupakan bagian dari budaya kita yang diakui tidak hanya secara nasional, tetapi kita harapkan juga dapat dikenal secara internasional,” kata Heriansyah Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, Beseprah memiliki nilai historis dan edukatif yang penting bagi generasi muda. Salah satunya adalah mengajarkan prinsip kesetaraan serta mendorong komunikasi antara masyarakat dengan pemimpinnya.

“Ini bagus untuk generasi muda kita karena Beseprah mengajarkan berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Di situ masyarakat bisa berkomunikasi dan berinteraksi,” ujarnya.

Heriansyah menambahkan, pelestarian tradisi Beseprah perlu terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat. Dengan demikian, penetapan sebagai WBTB tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan budaya Kutai.

“Jadi saya ingin mengingatkan, tradisi ini harus terus kita jaga dan lestarikan melalui berbagai kegiatan,” pungkasnya.(ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *