Sungai Mahakam Surut, Warga Desa Embalut “Berburu” Emas

Warga Saat Mendulang Emas di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang (Dok. Pemdes Embalut)
Warga Saat Mendulang Emas di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang (Dok. Pemdes Embalut)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Penyusutan debit Sungai Mahakam saat musim kemarau dimanfaatkan warga Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang,  untuk mencari peruntungan dengan mendulang emas.

Fenomena ini menjadi pemandangan menarik di kawasan bantaran Sungai Mahakam. Warga datang sejak pagi dengan membawa peralatan sederhana untuk mengolah material pasir yang diduga mengandung butiran emas.

Read More
banner 300x250

Pada Sabtu (5/9/2026), aktivitas pendulangan mulai terlihat menjelang siang. Namun, menurut Kepala Desa Embalut Yahya, jumlah warga biasanya semakin banyak pada sore hari.

“Di desa kami, di Sungai Mahakam. Dulangnya kecil-kecilan, pakai panci atau wajan,” kata Yahya Selasa (8/9/2026).

Ia mengatakan, aktivitas mencari emas tersebut telah berlangsung dari tahun ke tahun dan biasanya muncul ketika musim kemarau. Kondisi air sungai yang menyusut membuat sejumlah bagian bantaran lebih mudah dijangkau warga.

Hasilnya pun tidak selalu sama. Ada warga yang pulang tanpa mendapatkan emas, tetapi ada pula yang berhasil memperoleh hasil cukup menjanjikan.

“Bervariasi. Ada yang seperti pasir-pasir, tetapi ada juga yang kemarin dapat sampai enam gram,” ungkapnya.

Menurut Yahya, dalam satu hari jumlah warga yang datang mendulang dapat mencapai lebih dari 100 orang dan diperkirakan mencapai 150 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Desa Embalut, tetapi juga dari sejumlah wilayah sekitar.

Aktivitas tersebut berlangsung setiap hari selama kondisi kemarau, mulai pagi hingga sore hari dan terkadang hingga mendekati malam.

Bagi warga, pendulangan emas menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Terlebih, pada musim kemarau sebagian masyarakat tidak dapat mengandalkan aktivitas pertanian maupun perkebunan.

Yahya menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu bentuk berkah bagi masyarakat di tengah keterbatasan pekerjaan.

“Banyak yang tidak bisa bertani, tidak bisa berkebun. Mungkin ini Tuhan memberikan rezeki kepada mereka,” ujarnya.

Meski memberikan peluang ekonomi, Pemerintah Desa Embalut tetap mengingatkan warga agar tidak mengabaikan keselamatan. Aktivitas di sekitar sungai dinilai memiliki risiko, terutama bagi warga yang tidak memahami kondisi medan.

Yahya secara khusus mengimbau agar anak-anak tidak dibawa ke lokasi pendulangan.

“Kami selalu mengingatkan supaya berhati-hati dan jangan sampai membawa anak-anak ke sana,” tegasnya.

Aktivitas mendulang emas di bantaran Sungai Mahakam itu pun diperkirakan akan terus berlangsung selama musim kemarau dan kondisi air sungai masih mengalami penyurutan.(ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *