KUKAR, LINGKARKALTIM : Kasus stunting di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai sekitar 12 persen. Kasus tersebut disebabkan oleh gizi yang tak terpenuhi baik saat hamil hingga masa pertumbuhan anak-anak.
Camat Loa Janan Heri Rusnadi mengatakan, kasus stunting di sini sekitar 572 jiwa. Kasus ini menjadi perhatuan serius oleh sejumlah pihak baik pemerintah desa di Loa Janan, pemerintah kecamatan Loa Janan, hingga pemerintah daerah.
“Penanganan stunting ini tak bisa dilakukan sendirian baik oleh pemerintah kecamatan atau Puskesmas,” kata Heri Rusnadi pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, penyebab dari stunting ialah pernikahan dini, ibu dengan risiko tinggi serta asupan gizi terhadap ibu hamil.
Selain itu, faktor lingkungan juga mempengaruhi terjadinya stunting, diantaranya sanitasi yang kurang layak dan lainnya.
“Stunting ini tertinggi karena banyak warga luar, yang berpindah ke Kecamatan Loa Janan. Karena wilayah kita ini berbatasan dengan wilayah lainnya,” ucapanya.
Menanggapi hal tersebut, Sementara itu Ketua Tim Kerja Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Serianti menjelaskan, kasus stunting di Kukar tersebar di selurub Kecamatan. Tapi stunting yang tertinggi berada di zona hulu dan pesisir.
“Kecamatan tinggi stunting seperti Kecamatan Muara Wis, Muara Muntai dan Kenohan. Kami terus melakukan intervensi terhadap kasus stunting di Kukar,” jelas Serianti.
Adapun intervensi tersebut meliputi, gerakan pengukuran serentak. Pemberian makanan bergizi kepada balita. Pemberian tambah darah bagi remaja perempuan dan lainnya.
“Stunting di Kukar ini sekitar 14,3 persen pada 2024. Data tersebut diperbarui 2 tahun sekali,” pungkasnya. (riz)










