KUKAR, LINGKARKALTIM: Pantai Tanah Merah di Kecamatan Samboja menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dibandingkan tiga destinasi wisata lainnya yang dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar.
Berdasarkan rekapitulasi pendapatan retribusi destinasi wisata periode Januari hingga Agustus 2026, penerimaan dari destinasi Samboja mencapai Rp708,049 juta.
Angka tersebut menjadi bagian terbesar dari total pendapatan retribusi empat destinasi yang dikelola Dispar Kukar, yakni Planetarium Jagat Raya Tenggarong, Pulau Kumala, Pantai Tanah Merah, Waduk Panji Sukarame. Secara keseluruhan, penerimaan selama Januari–Agustus 2026 mencapai Rp1,082 miliar.
Rinciannya, destinasi Planetatrium Jagat Raya Tenggarong menyumbang Rp230,034 juta, Pulau Kumala Rp131,304 juta, Pantai Tanah Merah Rp708,049 juta, sedangkan Waduk Panji Sukarame Rp12,892 juta.
Plt. Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan bahwa penerimaan sektor pariwisata tidak bergerak secara konstan setiap bulan.
Ada pola tertentu yang mengikuti momentum libur panjang dan musim kunjungan wisatawan.
Misalnya, pada awal tahun kunjungan cenderung meningkat. Tren serupa kembali terlihat pada Maret yang bertepatan dengan momentum libur Lebaran.
Setelah itu, penerimaan kembali melandai dan mengalami peningkatan pada Juni yang bertepatan dengan masa libur sekolah.
“Tren ini di Januari banyak, Januari sama Maret. Mungkin trennya libur atau ini tren tahun baru, libur Lebaran nih Maret. Itu jadi hampir semua destinasi ini trennya naik di Januari dan Maret,” ucap dia, Senin (7/9/2026).
Setelah periode tersebut, penerimaan kembali mengalami penurunan pada Juli. Meski demikian, capaian tersebut masih memberikan optimisme bagi Dispar Kukar untuk mengejar target PAD hingga akhir tahun.
Ia menyebut PAD dari seluruh destinasi yang dikelola Dispar Kukar telah mendekati Rp1 miliar.
“Sementara target kita itu Rp1,4 miliar sekian,” kata Awang Agus.
Dengan masih tersedianya waktu hingga akhir tahun, Dispar Kukar optimistis penerimaan dapat terus bertambah, terutama apabila momentum libur kembali mendorong peningkatan kunjungan.
“Nah, kami optimis nih sampai akhir tahun. Ini aja baru satu semester, ya, satu semester di Juni plus Juli sudah hampir menyentuh Rp1 miliar. Jadi lima bulan ke depan itu kami optimis untuk mencapai target PAD yang diberikan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi, Sadli membenarkan bahwa Pantai Tanah Merah menjadi destinasi dengan penerimaan terbesar di antara empat destinasi yang dikelola langsung pemerintah daerah.
Menurutnya, posisi tersebut tidak terlepas dari tingginya tingkat kunjungan masyarakat ke kawasan pantai tersebut.
“Pendapatan untuk seluruh destinasi yang dikelola oleh Dinas Pariwisata memang agak terbesar di situ, Pantai Tanah Merah. Di antara empat ini, yang paling banyak di antara empat destinasi yang dikelola Dispar,” ujar dia.
Ada sejumlah faktor yang dinilai turut membuat Pantai Tanah Merah menjadi pilihan wisatawan.
Salah satunya adalah harga tiket masuk yang relatif lebih murah dibandingkan sejumlah pantai lain di sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat destinasi yang dikelola pemerintah daerah memiliki daya tarik tersendiri, khususnya bagi masyarakat yang mencari wisata dengan biaya terjangkau.
“Mungkin karena itu dikelola oleh pemerintah dengan harga tiket masuk yang lebih murah daripada pantai-pantai di sampingnya. Itulah salah satunya menjadi favorit karena agak lebih murah,” sebut Sadli.
Selain harga, faktor keamanan dan kebersihan juga berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berkunjung.
Pengelolaan destinasi yang dilakukan secara langsung oleh pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi kawasan agar tetap aman, bersih dan terawat.
Dari sisi tarif, pengunjung dewasa dikenakan tiket Rp10 ribu, sedangkan anak-anak Rp5 ribu. Untuk kendaraan roda dua, tarif parkir ditetapkan Rp2 ribu dan kendaraan roda empat Rp5 ribu.
Struktur tarif tersebut membuat Pantai Tanah Merah dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Harga tiket yang terjangkau sekaligus menjadi salah satu faktor yang menjaga volume kunjungan dan berkontribusi terhadap penerimaan daerah.
Capaian retribusi hingga Agustus 2026 memperlihatkan besarnya kontribusi Pantai Tanah Merah terhadap penerimaan empat destinasi yang dikelola Dispar Kukar.
Dari total Rp1,082 miliar penerimaan empat destinasi tersebut, sekitar Rp708 juta berasal dari Samboja.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi dengan tingkat kunjungan tinggi tidak hanya memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap PAD Kukar.
“Kami juga mendorong peningkatan daya tarik tiga destinasi lainnya agar kontribusi PAD tidak terlalu terkonsentrasi pada satu lokasi,” tutupnya. (ASR)










