KUKAR, LINGKARKALTIM : Kenakalan remaja menjadi faktor utama penyebaran Infeksi Menular Seksual (IMF), termasuk sifilis. Khusus di Kabupaten Kutai Kartanegara, kasus sifilis dibawah 500 orang, yang didominasi usia remaja atau produktif.
Tim Pengelolaan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) Masliana mengatakan, penyakit sifilis perlu penanganan serius, karena penyakit ini bisa menular.
Gejala dari penyakit sifilis ini diantaranya, muncul luka kecil, muncul ruam merah, timbul kutil dan disertai flu, rambut rontok dan lainnya.
“Penyakit ini perlu segera ditangani dengan tepat, agar tidak terjadi penularan,” kata Masliana pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Jum’at (28/8/2026).
Ia menegaskan, jika sudah ditangani dengan tepat. Namun yang bersangkutan tetap melakukan hubungan dengan pasangan yang berbeda-beda, bisa dipastikan penyakit ini akan muncul kembali.
“Orang yang terpapar ini biasanya disuntik benzathine,” tegasnya.
Menurutnya, usia remaja rawan terpapar sifilis ini karena rasa penasaran yang tinggi terhadap hubungan seksual.
“Sehingga kami juga terus melakukan edukasi terhadap bahaya penyakit menular, melakui Puskesmas setempat,” ucapnya.
Dirinya berharap, remaja saat ini bisa memahami terhadap bahaya yang ditimbulkan dari penyakit menular ini.
Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kukar Rasidi menjelaskan, pada operasi hotel, penginapan dan kos-kosan pada 2025 lalu, telah ditemukan 3 remaja sekolah yang positif terjangkit sifilis.
“Remaja ini tak mengetahui bahwa tengah membawa penyakit menular, untuk itu remaja tersebut kami serahkan ke Dinkes Kukar untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” jelas Rasidi. (riz)










