Konsistensi Alpriani Eka Setiowati: 15 Tahun Menjaga Asa Panahan Kukar di Tengah Keterbatasan

Alpriani Eka Setiowati (26) saat berlatih panahan di Arena panahan jalan. Tenis Lapangan Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Senin (24/8/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Alpriani Eka Setiowati (26) saat berlatih panahan di Arena panahan jalan. Tenis Lapangan Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Senin (24/8/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Ketabahan dan konsistensi menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Alpriani Eka Setiowati (26). Atlet panahan andalan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini telah menekuni olahraga panahan selama hampir 15 tahun, tepatnya sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Ditemui pada Senin (24/8/2026), perempuan kelahiran 20 April 2000 ini menceritakan awal mulanya terjun ke dunia panahan. Perjalanannya bermula dari keinginan sederhana yang dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya.

Read More
banner 300x250

“Awalnya cuma coba-coba. Dulu berniat ikut bela diri, tapi karena keluarga banyak yang berkecimpung di panahan termasuk orang tua akhirnya saya ikut panahan sampai sekarang,” ujar Ani sapaan akrab.

Karier Alpriani di arena panahan dimulai saat ia berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2012 di Tarakan. Kala itu, ia berhasil menyabet juara dua dan tiga. Sejak saat itu, deretan prestasi bergengsi terus diukirnya, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Catatan prestasinya terbilang impresif:

* POPDA 2012 (Tarakan): Juara 2 dan Juara 3.

* Porprov 2014 (Samarinda): 3 Medali Emas dan 2 Medali Perunggu.

* Kejurnas antar-PPLP (2015–2016): 3 Medali Perak.

* PON 2018: Medali Perunggu.

* Porprov 2022 (Berau): 3 Medali Emas (Membawa tim panahan Kukar menjadi Juara Umum).

* World Cup Panahan 2023: Berlaga di kancah internasional menghadapi atlet dari berbagai negara, seperti Turki dan Thailand,belgia.

* PON XXI 2024 (Aceh-Sumut): 1 Medali Perunggu.

Di balik deretan prestasi gemilang tersebut, Alpriani tidak memungkiri hadirnya berbagai tantangan di lapangan. Keterbatasan sarana pendukung, seperti papan bantalan target yang kurang memadai hingga minimnya alokasi pelatih, menjadi ujian harian yang harus dihadapi.

Tak hanya itu, persoalan peralatan hingga program latihan berpusat (training center/TC) sejauh ini masih dijalankan secara mandiri bersama rekan-rekannya. Peralatan panahan pribadi yang harganya mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah harus ditanggung dari kantong sendiri.

“TC kami lakukan secara mandiri dari awal tahun. Harapan kami kepada Dispora Kukar, setidaknya ada perhatian lebih untuk cabang olahraga ini. Apalagi panahan Kukar selalu menyumbang medali dan sempat meraih juara umum di Porprov 2022,” tuturnya.

Meski harus merogoh kocek pribadi dan berlatih dengan fasilitas seadanya, Alpriani berharap pemerintah daerah dapat memberikan pembinaan yang lebih terstruktur. Baginya, dukungan sekecil apa pun dari pemerintah akan menjadi tambahan dorongan semangat bagi para atlet untuk terus membawa nama harum Kukar di arena pertandingan. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *