KUKAR, LINGKARKALTIM : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kukar mendorong pemerintah daerah, untuk dapat menyelesaikan sejumlah pembangunan infrastruktur skala prioritas. Pembangunan yang sudah berjalan jangan sampai mangkrak atau tak dilanjutkan. Agar pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua DPC Gerindra Kukar Alif Turiadi mengatakan, pembangunan daerah harus mempertimbangkan skala prioritas. Di Kukar masih ada sejumlah pembangunan yang belum rampung dan tak kunjung dilanjutkan seperti pembangunan jembatan Sebulu.
“Dalam melanjutkan pembangunan daerah itu harus duduk bersama antara eksekutif dan legislatif serta mempertimbangkan skala prioritas,” kata Alif Turiadi pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pembangunan jembatan Sebulu itu harus rampung. Anggaran untuk pembangunanya lumayan besar, jika rampung jembatan tersebut sangat memudahkan akses masyarakat maupun mobilisasi barang.
“Jembatan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ucapnya.
Pihaknya menegaskan, pemerintah daerah harus fokus terhadap penyelesaian suatu proyek yang belum rampung. Untuk proyek baru sebaiknya ditunda dulu.
“Kita banyak pekerjaan yang harus diselesaikan baik itu infrastruktur jalan, pembangunan jembatan dan lainnya,” ujarnya.
Dirinya berharap, pembangunan daerah bisa berjalan dengan baik. Dan memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat, terlebih untuk pertumbuhan ekonomi.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum Kukar Linda Juniarti menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan lanjutan pembangunan Jembatan Sebulu sekitar Rp. 9 milliar di 2026 ini.
“Lanjutan pembangunan itu belum bisa dikerjakan karena menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA),” jelas Juniarti.
Menurutnya, jika pembangunan jembatan Sebulu berjalan di 2026 ini, diperkirakan tak akan mencapai target 100 persen dari perencanaa 2026 ini.
“Karena saat ini sudah memasuki Agustus 2026 atau pembahasan RKPD Perubahan APBD 2026,” ujarnya.
Dalam hal ini, pihaknya siap melanjutkan pembangunan infrastruktur termasuk Jembatan Sebulu, jika anggaran daerah sudah tersedia.
“Saat ini tengah efisiensi besar-besaran. Sehingga ini membuat kami tak bisa bergerak banyak,” pungkasnya. (riz)










