KUKAR, LINGKARKALTIM: Warga Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara mengeluhkan tegangan listrik di wilayahnya sering tak stabil.
Salah seorang warga Fitriansyah mengatakan, tegangan listrik di desa ini sering tak stabil, terkadang mengalami penurunan tegangan dan secara tiba-tiba tegangan kembali tinggi.
Hal ini dirasakan oleh warga setempat telah lama sekitar 10 tahun lebih.
“Kondisi seperti ini sangat menyulitkan masyarakat, karena kita tak bisa menggunakan alat elektronik dengan baik,” kata Fitriansyah pada Lingkarkaltim, Sabtu (4/7/2026).
Dalam hal ini, pihaknya selalu tepat waktu membayar tagihan listrik tiap bulan. Tapi layanan listrik yang diperoleh masyarakat tak maksimal.
“Listrik ini merupakan kebutuhan dasar, saat ini banyak perabotan yang menggunakan listrik, untuk mempermudah aktivitas masyarakat,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ahmadi. Ia menyebutkan, dalam sebulan tegangan listrik ini tak stabil bisa sekitar 5-10 kali. Ini mengakibatkan sejumlah barang elektronik rusak.
“Akibat dari tegangan listrik yang tak stabil, beberapa elektronik kami rusak,” sebut Ahmadi.
Ia mengaku, pernah membeli stavol untuk menstabilkan tegangan listrik. Tapi stavol itu juga tak mampu menstabilkan tegangan listrik.
Menurutnya, cara tepat untuk mengatasi persolan ini ialah pihak PLN harus menambah gardu di Loa Ulung ini, sehingga tegangan listrik selalu stabil.
“Kami berharap, pihak terkait atau pemerintah daerah dapat menangani persoalan ini,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto menjelaskan, masih ada beberapa desa di Kukar yang mengalami tegangan listriknya tak stabil. Untuk itu, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan PLN.
“Kita intens melakukan koordinasi dengan PLN, terlebih dalam merealisasikan program terang kampong ku. Jika desa itu tak bisa menggunakan listrik PLN maka akan kita upayakan menggunakan listrik komunal,” jelas Arianto. (Kik)










