KUKAR, LINGKARKALTIM: Obyek wisata Taman Gubang yang berada di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara mampu menyumbangkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp. 1,5 juta setiap bulannya.
Pengelola Taman Gubang Ahmadi mengatakan, kontribusi pajak ini bagian dari kewajiban pengusaha yang dikelola terhadap negara.
Adapun pajak yang dikenakan pada pengelolaan wisata ini diantaranya retribusi tiket masuk, reklame dan lainnya.
“Saat ini kita menyetorkan pajak pariwisata sekitar Rp. 1,5 juta. Tapi sebelumnya pajak yang disetorkan bisa mencapai Rp. 3-5 juta per bulan,” kata Ahmadi pada Lingkarkaltim, di Tenggarong Seberang, Jum’at (3/7/2026).
Ia mengaku, penurunan setoran pajak ini dipengaruhi dari tingkat kunjungan wisatawan juga menurun. Saat ini tingkat kunjungan wisatawan hanya sekitar 40 orang, jika hari libur sekolah bisa mencapai 200 orang.
“Dari tingkat kunjungan wisata dan dipotong biaya operasional. Kemudian pajak pengelalaan wisata dibayarkan,” akunya.
Sedangkan untuk omset kotor yang diperoleh dalam 1 bulan bisa mencapai Rp. 20-25 juta.
“Pembayaran pajak daerah ini menjadi komitmen kami dalam menjalankan usaha,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar Ridha Fatrianta menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata mencapai Rp. 1,5 milliar.
“Pada 2026 ini target PAD lebih tinggi dari 2025 lalu yang hanya sekitar Rp. 1,1 milliar,” jelas Ridha Fatrianta.
Hingga saat ini realisasi PAD sudah mencapai sekitar Rp. 700 juta lebih. Untuk itu, masih ada waktu sekitar 5 bulan, pihaknya optimistis dapat mencapai target tersebut.
“Kami yakin target PAD 2026 ini bisa tercapai,” ucapnya.
Adapun penyumbang PAD sektor pariwisata terbesar ialah, pantai tanah merah, planetarium, pulau kumala dan waduk panji.
“Pantai tanah merah Samboja telah menyumbang PAD hingga saat ini Rp. 492 juta, planterarium jagad raya sekitar Rp. 190 juta,” pungkasnya. (Kik)










