Bikin Dompet Lebih Adem! Gas Merah Putih Siap Gantikan Gas Melon

Tabung Gas Melon beralih Tabung Gas Merah Putih, Rabu (1/6/26). (Doc. AI)
Tabung Gas Melon beralih Tabung Gas Merah Putih, Rabu (1/6/26). (Doc. AI)
banner 468x60

KUKAR,LINGKARKALTIM: Mayoritas bahan baku gas LPG 3 kg alias gas melon yang kita gunakan sehari-hari ternyata masih mengandalkan impor. Pasalnya, bahan baku LPG membutuhkan unsur kimia jenis C3 dan C4 (Propana dan Butana), sementara karakteristik gas alam yang melimpah di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) didominasi oleh unsur C1 dan C2 (Metana dan Etana).

Melihat potensi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia menginisiasi kebijakan strategis dengan memperkenalkan CNG (Compressed Natural Gas) Merah Putih sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg secara bertahap.

Read More
banner 300x250

Uji coba inovasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026 guna menekan ketergantungan impor dan menghemat anggaran subsidi energi negara.

Direktur Utama PT Mahakam Gerbang Raja Migas (Perseroda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Efri Noviantor, menjelaskan langkah pengalihan ke CNG ini sangat tepat bagi ketahanan energi lokal.

“Kembali lagi bahwa bahan pembentuk LPG itu kan C3 dan C4. Nah, di bumi Etam (Kaltim) khususnya, yang melimpah itu justru jenis C1 dan C2. Ini yang sedang coba dioptimalkan menjadi CNG,” ungkap Efri, Rabu (1/6/2026).

MGRM sendiri bergerak cepat menangkap peluang ini dengan mengajukan alokasi gas dari temuan raksasa baru yang potensinya diperkirakan mampu bertahan minimal hingga 6-8 tahun ke depan.

“Dari total produksi di sana, kami meminta alokasi sekitar 10 MMSCFD untuk membangun mini LNG plan dan CNG plan. Langkah ini murni untuk mendukung program pemerintah dalam pengalihan gas melon ke CNG, sekaligus menopang kawasan-kawasan industri baru,” tambah Efri.

Bagi masyarakat yang khawatir harus membeli peralatan baru, tenang saja. Kementerian ESDM memastikan CNG Merah Putih dirancang kompatibel alias tidak perlu ganti kompor. Anda tetap bisa menggunakan kompor gas yang ada di dapur saat ini.

Selain ramah di kantong karena harganya diproyeksikan setara dengan LPG bersubsidi, penggunaan CNG diklaim menawarkan penghematan biaya pengeluaran hingga hampir 30%. Gas alam jenis metana ini juga dinilai lebih aman karena bobotnya yang ringan membuat gas langsung menguap dan menyebar ke udara jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran, sehingga meminimalisir risiko ledakan.

Karena CNG merupakan gas alam yang dikompresi dengan tekanan tinggi, spesifikasi tabungnya jelas berbeda dengan gas melon biasa. Tabung CNG memerlukan material yang lebih kuat agar aman. Di tingkat pusat, pemerintah menyiapkan tabung komposit modern (Tipe 4) yang berbobot sangat ringan dan dilengkapi katup penurun tekanan otomatis.

Meski demikian, di tingkat daerah, detail final mengenai bentuk fisik dan skema distribusinya masih menunggu instruksi resmi.

“Secara isi mungkin sama-sama 3 kilo, tapi karena ini gas kompresi, tabung kosongnya butuh plat yang lebih tebal atau dilapisi fiber sehingga bodinya bisa jadi tampak lebih besar.

Dari segi harga dan bentuk pasti kita masih menunggu arahan vertikal. Begitu ada penugasan resmi dari pemerintah untuk pengalihan, daerah pasti siap menjalankan,” pungkas Efri.

Nantinya, pola distribusi CNG Merah Putih ini ditargetkan mengadopsi sistem penyaluran LPG yang sudah matang, yakni berjalan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi milik PT Pertamina (Persero).(dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *