Mengintip Potensi Taman Replika Panji: Keliling Dunia di Jantung Tenggarong yang Bersiap Bangkit

Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia, Jalan Anggana, Kel. Panji, Tenggarong, Selasa (30/6/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia, Jalan Anggana, Kel. Panji, Tenggarong, Selasa (30/6/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Menatap replika Menara Eiffel, mampir ke Menara Pisa, lalu bergeser sedikit melihat kemegahan Candi Muara Takus hingga Kedaton Kesultanan lokal dalam satu waktu bukan lagi sekadar impian bagi warga Kutai Kartanegara (Kukar). Potensi wisata edukasi “keliling dunia” ini tersimpan rapi di kawasan Kelurahan Panji, Tenggarong, melalui proyek Taman Replika (Miniatur Dunia).

Meski sempat tertidur dan mengalami kerusakan di beberapa sudut fasilitasnya, secercah harapan baru kini mulai berembus untuk membangkitkan kembali destinasi wisata yang digadang-gadang bakal mendongkrak pendapatan daerah ini.

Read More
banner 300x250

Langkah awal untuk menghidupkan kembali pesona Taman Replika ini ditegaskan oleh Anggota DPRD Kabupaten Kukar dari Fraksi PDI Perjuangan, Fatlon Nisa. Menurut legislator Dapil Tenggarong ini, hal pertama yang paling realistis dilakukan di tengah efisiensi anggaran saat ini adalah aksi bersih-bersih agar destinasi ini kembali cantik.

“Harapan saya, kita bergerak pelan-pelan dulu. Minimal dibersihkan, rumput-rumput liarnya dipangkas agar enak dilihat dan mata nyaman memandang,” ujar Fatlon saat memberikan keterangan pada Selasa (30/6/2026).

Fatlon, yang duduk di Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat, mengakui beberapa fasilitas seperti area WC umum memang memerlukan perbaikan karena kehilangan sejumlah barang akibat lama tidak terjaga. Namun hebatnya, gerbang utama yang menjadi wajah depan destinasi ini masih berdiri kokoh dan utuh.

“Rencananya, setelah urusan administrasi klir, kita dorong penganggarannya di tahun 2027 agar aset ini bisa dibuka secara umum untuk tempat liburan anak-anak maupun wisatawan dari luar daerah,” tambahnya optimis.

Taman Replika Panji didesain bukan sekadar tempat berswafoto (selfie) biasa, melainkan sebuah wadah edukasi luar ruangan yang interaktif. Di sini, wisatawan terutama anak-anak sekolah bisa belajar mengenai tujuh keajaiban dunia sekaligus sejarah kesultanan di Kalimantan.

Selain replika arsitektur global, taman ini menyuguhkan nilai historis lokal yang kental melalui miniatur Kedaton, Kesultanan Gunung Tabur, hingga Kerajaan Paser. Kombinasi unik antara edukasi global dan lokal inilah yang menjadi daya tarik utama destinasi ini.

Kabar baik bagi iklim pariwisata lokal, warga Kelurahan Panji enggan tinggal diam. Guna memastikan destinasi ini dikelola dengan ramah dan profesional, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) lokal sudah mulai dibentuk dan draf kepengurusannya telah rampung.

Sekretaris Lurah (Seklur) Panji, M. Denny Wardhana, menyebut pembentukan Pokdarwis ini difokuskan untuk mengasah kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) setempat agar mampu mengelola fasilitas pariwisata secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin masyarakat Kelurahan Panji hanya jadi penonton saat taman ini ramai nanti. Harapan kami, kehadiran Pokdarwis bisa menciptakan pemberdayaan ekonomi yang nyata dan berjangka panjang bagi warga sekitar,” tutur Denny.

Saat ini, pihak kelurahan bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah merampungkan proses administrasi hibah aset. Begitu proses legalitas ini selesai, aksi pembersihan dan penataan wajah baru Taman Replika Panji siap digas demi menyambut para pelancong yang rindu akan destinasi wisata baru di kota raja. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *