KUKAR, LINGKARKALTIM: Ada yang berbeda dalam perhelatan Simpang Odah Etam (SOE) pada Sabtu (6/6/2026) malam. Di tengah gempuran tren musik modern dan K-Pop, panggung malam itu justru bergetar lewat petikan gambus khas musik Tingkilan.
Menariknya, musik tradisional Kutai Kartanegara (Kukar) ini dibawakan dengan apik oleh talenta-talenta muda bentukan Orkes Tingkilan Tepian Mahakam.
Para penampil malam itu bukanlah musisi senior, melainkan gabungan pelajar sekolah dari SDN 035, SDN 028, SDN 002, dan SMP Negeri 1 Tenggarong. Dengan penuh semangat, mereka sukses membawakan lagu “Kekenekan”, sebuah karya legendaris dari seniman Kutai terdahulu.
Ketua Orkes Tingkilan Tepian Mahakam, Muhammad Irwansyah, mengatakan bahwa penampilan ini sengaja dihadirkan untuk menghibur sekaligus memperkenalkan kembali identitas budaya daerah kepada generasi muda.
Dirinya tidak menampik bahwa minat terhadap musik Tingkilan saat ini mulai menurun.
“Kesenian ini harus terus tumbuh dan berkembang. Kalau tidak dijaga, lambat laun akan tenggelam dan generasi mendatang tidak lagi mengenal sejarah budayanya,” ujar Irwansyah.
Untuk memikat telinga generasi Z dan Alpha, Orkes Tingkilan Tepian Mahakam punya trik khusus. Mereka mencoba mengemas aransemen musik agar lebih segar dengan mengombinasikan alat musik tradisional seperti gambus dengan instrumen modern.
Saat ini, komunitas yang aktif sejak tahun 2023 tersebut diperkuat oleh 18 anggota, termasuk 5 penyanyi perempuan dan 2 penyanyi laki-laki.
Berkat latihan rutin setiap pekan dan dukungan penuh dari PT Mahakam Gerbang Raja Migas sebagai pembina sekaligus fasilitator, kualitas permainan anak-anak ini terus meningkat. Penampilan di SOE malam itu pun menjadi panggung keempat mereka.
Ke depan, Irwansyah berharap pemerintah daerah bisa menggelar festival Tingkilan yang lebih besar sebagai wadah berprestasi bagi para pelaku seni. Ia juga membuka pintu lebar-lebar bagi anak muda yang ingin belajar.
“Bagi anak muda yang ingin mengenal atau belajar Tingkilan, silakan datang ke basecamp kami di Jalan Lais, PT Mahakam Gerbang Raja Migas. Kami sangat terbuka,” ajaknya.
Apresiasi tinggi datang dari Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Dharmawan. Ia mengaku bangga melihat antusiasme penonton yang ramai menyaksikan orkes tradisional ini di tengah gempuran tren budaya global.
Menurut Awang, Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus bersinergi melakukan pembinaan agar muncul talenta dan grup-grup Tingkilan baru di Kukar.
“Kami juga menyediakan ruang kreatif bagi mereka untuk berkarya. Dukungan dari Dinas Pariwisata dan berbagai pihak akan terus diberikan, termasuk memfasilitasi mereka untuk tampil dalam berbagai kegiatan dan pertunjukan di luar Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkas Awang. (Dil)










