KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kukar meluncurkan program Kutai Kartanegara Beberseh sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kawasan publik.
Untuk perdana, program tersebut dilaksanakan di sepanjang turap Tenggarong, dengan melibatkan puluhan organisasi dan komunitas, Sabtu (14/2/2026).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang mendorong keterlibatan berbagai unsur dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Sebagai tindak lanjutnya, hari ini kami meluncurkan program Kutai Kartanegara Beberseh,” ucap dia.
Pemilihan kawasan turap Tenggarong sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.
Ia menjelaskan bahwa area tersebut sebagai salah satu ikon wisata keluarga yang ramai dikunjungi masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah, terutama pada akhir pekan.
“Kami sengaja memilih momen Sabtu sore karena biasanya banyak pengunjung yang menikmati akhir pekan di kawasan ini,” kata Tri Joko.
Dia menerangkan, kegiatan bersih-bersih dimulai dari area parkir Pulau Kumala, menyusuri turap hingga Taman Kota Raja.
Sepanjang jalur tersebut, peserta tidak hanya melakukan pembersihan sampah, tetapi juga menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam program tersebut, pihaknya melibatkan partisipasi luas dari berbagai unsur.
DLHK Kukar membuka keikutsertaan secara terbuka melalui media sosial dan mendapat respons positif dari berbagai organisasi.
“Alhamdulillah, kurang lebih 24 organisasi ikut terlibat, baik dari unsur OPD maupun komunitas. Dari OPD antara lain DLHK, Kodim, Polres, BPBD, Satpol PP, Dishub, dan Damkar. Sementara dari komunitas ada PMII, Ansor, Banser, Karang Taruna, pelajar SMA/SMK, komunitas motor, OI, IOP, dan lainnya. Ini menjadi wujud kebersamaan kita dalam menjaga Kota Tenggarong agar selalu terlihat rapi, bersih, dan indah,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga mengedepankan aspek edukasi lingkungan.
“Sepanjang rute, kami melakukan imbauan secara langsung maupun melalui pengeras suara agar masyarakat ikut menjaga kebersihan,” tutur dia.
Ia mengatakan program Kutai Kartanegara Beberseh direncanakan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan minimal satu kali dalam sepekan.
“Selain kawasan wisata dan fasilitas publik, ke depan kami juga akan menyasar lokasi lain seperti Puncak Bukit Biru maupun kawasan pantai. Ini sejalan dengan arahan Presiden terkait gerakan Indonesia bersih yang disampaikan dalam Rakornas beberapa waktu lalu,” tutup Tri Joko. (ASR)










