SMK Parti Baitul Izza Tenggarong akan Kelola Puluhan Hektar Lahan Pertanian Terpadu

Ketua Yayasan Bisma Benua Etam SMK Parti Ponpes Baitul Izza Tenggarong, Karlan. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Ketua Yayasan Bisma Benua Etam SMK Parti Ponpes Baitul Izza Tenggarong, Karlan. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SMK Parti Boarding School Ponpes Baitul Izza Tenggarong akan mengelola puluhan hektar lahan untuk mengembangkan program pertanian terpadu berbasis pendidikan.

Ketua Yayasan Bisma Benua Etam, Karlan mengatakan saat ini lahan yang telah disiapkan untuk pengembangan program mencapai sekitar 15 hektar.

Read More
banner 300x250

Lahan tersebut berasal dari dukungan pihak pembina pondok pesantren dan akan dimanfaatkan sebagai kawasan praktik pertanian terpadu bagi siswa.

Tak berhenti di lingkungan sekolah, pihak yayasan juga berencana memperluas gerakan menanam ke berbagai desa di Kukar.

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar program pertanian terpadu tidak hanya menjadi kegiatan pendidikan internal sekolah, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat sekitar.

Dia mengungkapkan, salah satu desa yang telah memberikan dukungan adalah Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong.

Desa tersebut bahkan telah menyiapkan lahan tambahan seluas sekitar 20 hektar untuk mendukung pengembangan program.

“Mereka menyiapkan lahan sekitar 20 hektar itu untuk tahap awal,” ungkap dia, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, lahan tersebut nantinya akan dijadikan area praktik bagi siswa sekaligus ruang belajar bagi generasi muda di sekitar desa yang ingin mendalami sektor pertanian modern.

Dengan tambahan lahan itu, total area pengembangan program pertanian terpadu yang disiapkan sementara mencapai sekitar 35 hektar.

Dia menerangkan, program pertanian terpadu ini masih dalam tahap awal pengembangan.

Pihak sekolah memulai program tersebut melalui proses transfer pengetahuan kepada siswa lewat pelatihan pertanian terpadu yang berlangsung selama sekitar satu minggu.

Pelatihan tersebut melibatkan berbagai perguruan tinggi dan instansi teknis sebagai narasumber.

Di antaranya berasal dari Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Mulawarman, serta sejumlah OPD di Kukar seperti Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, hingga Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

“Karena baru, jadi kami memulai dengan proses transfer of knowledge dengan pelatihan pertanian terpadu,” jelas Karlan.

Dia mengatakan, pelatihan teori menjadi langkah awal agar siswa memahami konsep pertanian modern sebelum terjun langsung ke lapangan.

Meski pelatihan awal hanya berlangsung selama satu minggu, pihak sekolah memastikan pembinaan tidak berhenti sampai di situ.

Para siswa akan terus didampingi dan dilatih, bahkan hingga menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah.

Ia menilai, proses pembelajaran jangka panjang penting agar siswa benar-benar memahami dunia pertanian secara nyata, termasuk menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Sampai mereka lulus ini nanti kita bina terus,” tuturnya.

Karlan mengungkapkan, para siswa nantinya tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami pengelolaan usaha dan penggunaan teknologi dalam pertanian.

Melalui proses tersebut, mereka dapat memiliki mental kuat dan siap menjadi wirausahawan muda setelah lulus sekolah.

“Kita latih dia menjadi petani yang handal, menjadi petani yang pakai teknologi,” tegas dia.

Ia menyebut bahwa pengalaman jatuh bangun dalam mengelola lahan justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kemampuan bisnis para siswa.

“Nanti akhirnya setelah lulus mereka sudah tangguh untuk menjadi pengusaha,” sebut Karlan.

Dia berharap program sederhana yang sedang dirintis sekolah dapat berkembang menjadi gerakan besar dalam membangun ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.

“Kami berharap semua pihak bisa membantu kami karena masih banyak yang perlu kita garap bersama,” tutupnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *