DLHK Kukar akan Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kecamatan

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmen pengelolaan kebersihan lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro menyebut dukungan pimpinan daerah menjadi faktor penting dalam mendorong gerakan kebersihan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Read More
banner 300x250

Ia menyebut, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin menunjukkan konsistensi dalam mendukung program kebersihan yang tidak hanya difokuskan di Kota Tenggarong, tetapi juga menyasar wilayah lain secara bertahap.

“Bahkan ada target meraih Adipura pada 2027, dengan Muara Jawa sebagai salah satu pilot project percontohan pengelolaan kebersihan,” ucap dia, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, tantangan pengelolaan sampah di Kukar masih cukup besar. Produksi sampah harian mencapai sekitar 300 ton, sementara jumlah yang mampu diolah baru sekitar delapan persen.

Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang saat ini sudah mengalami kelebihan beban.

“Karena itu, kita harus menekan jumlah sampah yang dibawa ke TPA,” jelas Tri Joko.

Sebagai solusi jangka panjang, DLHK Kukar mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di sejumlah kecamatan.

Saat ini telah terdapat enam TPS 3R yang beroperasi, di antaranya di Kecamatan Loa Kulu dan Tabang.

Pihaknya menargetkan seluruh kecamatan memiliki fasilitas serupa agar pengelolaan sampah dapat dilakukan di tingkat lokal.

“Agar sampah bisa dikelola di tingkat lokal, dan hanya residu yang dibawa ke TPA,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah, DLHK Kukar juga mendorong pembentukan dan penguatan bank sampah di setiap desa dan kelurahan.

Program tersebut selaras dengan kebijakan Kukar Idaman Terbaik melalui skema RT/RW Terbaik yang telah mengatur mekanisme pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Tri Joko berharap, gerakan kebersihan tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi menjadi kebiasaan kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Harapannya, gerakan ini menjadi budaya bersama, bukan hanya program sesaat, agar Kutai Kartanegara tetap bersih, nyaman, dan membanggakan,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *