Distanak Kukar Matangkan Rancangan Strategis 2025–2029, Fokus pada Penguatan SDM dan Efisiensi Pembiayaan

Kegiatan Penyempurnaan rancangan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025–2029
Kegiatan Penyempurnaan rancangan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025–2029
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pertemuan penyempurnaan rancangan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025–2029 bersama pihak terkait di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Senin (27/10/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyesuaikan arah kebijakan sektor pertanian dan peternakan dengan kondisi terkini di lapangan.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyusunan rancangan strategis ini sudah dimulai sejak akhir 2024 dan telah melalui berbagai tahapan, termasuk forum perangkat daerah. Namun, menurutnya, masih ada ruang untuk perbaikan agar dokumen tersebut benar-benar mampu menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian di Kukar.

Read More
banner 300x250

“Salah satu isu penting yang kami soroti adalah penurunan sumber daya petani. Ini perlu dukungan data yang kuat, termasuk dari hasil sensus BPS, agar strategi yang disusun benar-benar berbasis pada kondisi nyata di lapangan,” ungkap Taufik.

Ia menambahkan, penurunan jumlah petani aktif di Kukar menjadi tantangan serius yang harus segera diantisipasi. Strategi peningkatan kapasitas dan regenerasi petani menjadi fokus utama agar sektor pertanian dan peternakan tetap berdaya saing di masa depan.

Selain persoalan SDM, Taufik juga menyoroti masalah pembiayaan yang menjadi kendala klasik dalam pelaksanaan program. Menurutnya, rata-rata kemampuan pembiayaan Distanak Kukar dalam lima tahun ke depan diperkirakan tetap di angka Rp150 miliar per tahun. Padahal, kebutuhan ideal jauh lebih besar untuk mendukung program strategis pertanian dan peternakan.

“Dulu saat menyusun Renstra, kebutuhan bisa mencapai Rp500 miliar bahkan mendekati Rp1 triliun. Namun sekarang kita harus realistis menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.

Taufik juga mengakui bahwa bantuan dari pemerintah pusat dan bantuan keuangan provinsi semakin sulit diperoleh. Banyak usulan program yang ditolak karena perbedaan kriteria antara program pusat dan kebutuhan daerah. Salah satu contohnya, kata dia, adalah program optimasi lahan rawa yang tidak relevan bagi wilayah Kukar karena sebagian besar lahan rawa justru berada di kawasan pesisir.

Meski begitu, Distanak Kukar tetap berupaya mencari solusi dengan memperkuat sinergi lintas sektor. Ia mengapresiasi dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum yang telah membantu pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan saluran irigasi. Menurutnya, infrastruktur tersebut sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya produksi meski tidak berdampak langsung pada peningkatan hasil panen.

“Kita bersyukur karena sinergi antarperangkat daerah terus berjalan. Misalnya di wilayah Rapak Rabau dan Marang Kayu, sejumlah proyek perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder telah dikerjakan bersama,” jelasnya.

Melalui pertemuan penyempurnaan Renstra ini, Distanak Kukar berharap dapat memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi, dan pemerintah pusat. Dokumen strategis ini diharapkan menjadi pedoman arah pembangunan pertanian dan peternakan Kukar lima tahun ke depan yang lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan petani. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *