KUKAR, LINGKARKALTIM: Sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di dunia olahraga, khususnya di cabang sepak bola, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kutai Kartanegara bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menyelenggarakan Pelatihan Wasit Lisensi C3 Nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai kecamatan di Kukar dan berlangsung selama enam hari penuh dengan pendampingan langsung dari instruktur nasional.
Ketua Panitia Pelatihan, Surya Agus, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan wasit-wasit muda berlisensi nasional yang siap bertugas di berbagai level kompetisi.
“Ini adalah kegiatan pembinaan sumber daya manusia di cabang olahraga sepak bola, khususnya di bidang perwasitan. Kami dari Askab PSSI Kukar bekerjasama dengan Dispora Kukar yang memfasilitasi dan menyiapkan anggaran untuk pembinaan generasi wasit,” ucap dia, Senin (27/10/2025).
Pelatihan ini diikuti oleh peserta berusia antara 20 hingga 30 tahun, sesuai standar PSSI pusat. Dari total 20 kecamatan di Kutai Kartanegara, 18 berhasil mengirimkan perwakilan, sementara dua kecamatan Muara Badak dan Kenohan belum sempat berpartisipasi pada tahun ini.
“Alhamdulillah kuota 40 peserta yang disiapkan Dispora Kukar terpenuhi. Pesertanya juga beragam, berasal dari hampir seluruh kecamatan. Ini menunjukkan antusiasme generasi muda untuk menekuni dunia perwasitan cukup tinggi,” ujar Surya.
Dalam pelatihan tersebut, lanjut dia, para peserta mendapatkan materi langsung dari instruktur nasional PSSI, yakni Nurdin dari Kota Bontang dan Budi Handayani dari Jakarta.
Kedua instruktur tersebut memberikan pembekalan teori dan praktik di lapangan terkait regulasi, etika, serta teknik dasar perwasitan yang sesuai dengan standar nasional.
“Selama enam hari, peserta akan dibekali teori dan praktik. Ini penting agar mereka memahami tidak hanya aturan permainan, tetapi juga bagaimana bersikap profesional dan objektif saat memimpin pertandingan,” katanya.
Surya mengatakan bahwa pelatihan lisensi C3 nasional ini menjadi langkah awal untuk mencetak wasit lokal yang memiliki sertifikasi resmi dan diakui oleh PSSI.
Ia berharap, melalui kegiatan ini akan lahir wasit-wasit muda dari Kukar yang kelak mampu bertugas di level provinsi bahkan nasional.
“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan. Setelah C3 ini, nantinya bisa dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, misalnya lisensi C2 atau C1. Dengan begitu, Kukar bisa memiliki lebih banyak wasit profesional yang membanggakan daerah,” pungkas dia. (ASR)










