Distanak Kukar Hadapi Tantangan Irigasi dan Vegetasi dalam Pengelolaan Pertanian di Loa Ipuh

Lahan Tidur di Kelurahan Loa Ipuh
Lahan Tidur di Kelurahan Loa Ipuh
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali sektor pertanian di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis di lapangan. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini fokus melakukan normalisasi saluran air dan pembersihan vegetasi yang menghambat aliran irigasi.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya sumbatan dan tumpukan tanaman liar di beberapa titik saluran utama. Hal ini menyebabkan air sulit mengalir keluar dari area pertanian, sehingga proses pengeringan dan pengolahan tanah menjadi terhambat.

Read More
banner 300x250

“Tantangan terbesarnya ada pada saluran air yang tersumbat dan vegetasi yang tumbuh rapat di sepanjang aliran. Kalau ini tidak ditangani, air tidak bisa keluar dengan lancar,” ujarnya pada Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, bottleneck di bagian bawah saluran menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap sirkulasi air di seluruh kawasan pertanian. Untuk mengatasi hal ini, Distanak Kukar berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar proses normalisasi dapat dilakukan secara menyeluruh.

Selain mengandalkan peralatan mekanis, pemerintah daerah juga akan menerapkan teknik pertanian modern, termasuk penggunaan herbisida yang disemprotkan dengan drone. Cara ini dianggap lebih efektif untuk membersihkan gulma dan mempercepat proses penyiapan lahan sebelum dilakukan pengolahan tanah oleh petani.

“Beberapa area akan diolah dengan sistem petakan. Sebagian lahan dikeringkan lebih dulu, sementara sisi lain tetap dibiarkan tergenang. Ini dilakukan agar proses tanam bisa berjalan bertahap tanpa menunggu semua area siap,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, semangat dan motivasi petani menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan, baik berupa bantuan teknis, pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL), maupun fasilitas dasar yang dibutuhkan di lokasi.

“Kalau petaninya semangat dan mau bergerak, kami dari pemerintah daerah pasti ikut mendukung. Kita bantu semampunya agar kegiatan ini bisa berjalan lancar,” ucapnya.

Taufik juga menegaskan, keterlibatan kelompok tani dan pendampingan PPL di lapangan akan terus diperkuat. Para penyuluh memiliki peran penting untuk memastikan setiap langkah pengelolaan dilakukan dengan benar, mulai dari pembersihan lahan, pengaturan air, hingga penerapan pola tanam yang sesuai kondisi wilayah.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan penyuluh lapangan, Distanak Kukar optimistis tantangan teknis di Loa Ipuh dapat teratasi.

“Kuncinya ada pada kerja sama dan koordinasi. Kalau irigasi bisa berfungsi dengan baik, petani akan lebih mudah meningkatkan hasil tanamnya,” pungkas Taufik. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *