Lapas IIA Tenggarong Siapkan Lahan Sarana Edukasi dan Asimilasi untuk Umum

Proses penyiapan lahan edukasi Lapas Kelas IIA Tenggarong. (Dok. Lapas Kelas IIA Tenggarong)
Proses penyiapan lahan edukasi Lapas Kelas IIA Tenggarong. (Dok. Lapas Kelas IIA Tenggarong)
banner 468x60

TENGGARONG, LINGKARKALTIM: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong terus berinovasi dalam memperkuat program pembinaan bagi warga binaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa menjelaskan bahwa salah satu langkah terbaru yang tengah dipersiapkan ialah pembangunan Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE) yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat umum sebagai pusat edukasi sekaligus ruang interaksi sosial.

Read More
banner 300x250

Program tersebut menghadirkan konsep pembinaan terpadu melalui sektor pertanian, perikanan, hingga layanan jasa yang seluruhnya dikelola oleh warga binaan dengan pendampingan petugas lapas.

Fasilitas yang sedang disiapkan meliputi area perkebunan sayuran hijau, kolam budidaya ikan air tawar, serta layanan pencucian kendaraan roda dua dan roda empat.

Ia mengatakan, program ini bukan hanya difokuskan sebagai sarana pembinaan internal, tetapi juga menjadi ruang edukasi terbuka bagi masyarakat untuk melihat langsung proses pembinaan keterampilan di dalam Lapas.

“Sarana edukasi ini kami bangun sebagai wujud nyata bahwa Lapas bukan lagi sekadar tempat pengurungan, melainkan pusat pengembangan sumber daya manusia,” kata dia, Kamis (7/5/2026).

Ia berharap, keberadaan SAE dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap warga binaan sekaligus menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan kini berorientasi pada pengembangan keterampilan dan reintegrasi sosial.

Di area perkebunan, warga binaan dilatih mengelola tanaman hortikultura dengan memanfaatkan lahan secara optimal.

Dia mengungkapkan, berbagai jenis sayuran hijau dibudidayakan menggunakan teknik pertanian sederhana namun produktif sehingga dapat menjadi contoh pertanian perkotaan bagi masyarakat.

Sementara pada sektor perikanan, lanjut Wayan, kolam-kolam budidaya disiapkan untuk mengembangkan ikan air tawar konsumsi mulai dari tahap pembibitan hingga panen.

Ia menyebut bahwa program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan usaha yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

Selain sektor pertanian dan perikanan, Lapas Tenggarong juga menghadirkan layanan pencucian kendaraan yang dikelola langsung oleh warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan teknis.

Layanan tersebut nantinya dibuka untuk masyarakat dengan harga terjangkau sekaligus menjadi media praktik kerja nyata bagi warga binaan.

Konsep SAE dibangun sebagai bagian dari program reintegrasi sosial agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan rasa percaya diri ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa di sini ada proses transformasi. Warga binaan kami bekali dengan keahlian nyata, mulai dari bertani, budidaya ikan hingga layanan jasa,” terang Wayan.

Dia menilai, keterampilan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah warga binaan kembali melakukan pelanggaran hukum setelah menyelesaikan masa pidana.

Oleh larena itu, pihak lapas berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berorientasi jangka panjang.

Selain itu pula, keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas SAE diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih inklusif antara warga binaan dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Ia mengatakan bahwa program ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Tenggarong dalam mendukung pembangunan Zona Integritas sekaligus menyukseskan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Melalui keberadaan sarana edukasi tersebut, masyarakat nantinya dapat mempelajari teknik budidaya sayuran di lahan terbatas, memahami proses pembesaran ikan air tawar, hingga memanfaatkan layanan jasa yang dikelola warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembinaan.

“Harapan saya SAE ini memberikan kontribusi nyata Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam mendukung 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tutupnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *