Disdikbud Kukar Tekankan Transparansi dan Amanah dalam Penyaluran Dana Boskab Perlengkapan Sekolah

Sosialisasi Dana Boskab Perlengkapan Sekolah Jenjang SD. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
Sosialisasi Dana Boskab Perlengkapan Sekolah Jenjang SD. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Program Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (Boskab) perlengkapan sekolah jenjang SD di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai memasuki tahap sosialisasi dan penyaluran.

Kepala Bidang Pendidikan SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Ahmad Nurkhalis menegaskan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan pendidikan yang transparan, serta tepat sasaran.

Read More
banner 300x250

Ia menginginkan pelaksanaan program ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Harapannya semua berjalan lancar, sesuai regulasi, transparan, dan dimanfaatkan secara maksimal,” ujar dia, Jum’at (10/10/2025).

Ia menyebut, sosialisasi program dana Boskab perlengkapan sekolah ini membutuhkan waktu serta tenaga ekstra karena jumlah sekolah dasar di Kukar sangat banyak.

“Proses Sosialisasi di SD agak panjang karena jumlah sekolah negeri dan swasta hampir 500-an. Jadi, kami berkeliling ke kecamatan-kecamatan,” ungkap Khalis.

Dia menerangkan bahwa langkah ini dilakukan agar seluruh kepala sekolah, guru, dan bendahara memahami mekanisme penggunaan dana, termasuk aturan pelaporan dan pelibatan komite sekolah.

Berdasarkan Peraturan Bupati Kukar, nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp1,5 juta per murid, termasuk pajak.

Dana tersebut diperuntukkan bagi pengadaan perlengkapan sekolah, seperti seragam, sepatu, tas, dan alat tulis bagi siswa SD penerima manfaat.

“Di tahap 1 yang menjalankan adalah sekolah negeri. Sekolah swasta menyusul tak lama lagi di APBD Perubahan 2025, karena prosesnya melalui cara hibah,” terangnya.

Khalis menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk ketimpangan, melainkan penyesuaian administrasi agar semua proses sesuai dengan regulasi keuangan daerah.

Selain aspek teknis, ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan komite. Hal ini penting agar masyarakat memahami maksud dan tujuan program.

“Pihak sekolah agar bisa bekerjasama dengan komite sekolah dalam hal sosialisasi ke orang tua murid, membangun komunikasi yang harmonis dan efektif, sehingga terjalin sinergi yang positif,” kata dia.

Ia menilai bahwa sinergi ini menjadi kunci agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan keluarga penerima.

“Jadikan pelayanan dalam rangka meringankan beban masyarakat, mendukung meningkatnya partisipasi sekolah, ini bagian ibadah. Insyaallah diberi pahala dan kebaikan dari Allah,” tutup Khalis. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *