UMKM Muara Muntai Bertumpu pada Olahan Ikan, Kolaborasi dengan Bunda PAUD Perkuat Ekonomi Lokal

Camat Muara Muntai, Mulyadi
Camat Muara Muntai, Mulyadi
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kecamatan Muara Muntai terus menunjukkan geliat ekonomi lokal melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Camat Muara Muntai, Mulyadi, menyebut potensi UMKM di wilayahnya cukup besar karena digerakkan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga hingga pemuda.

Menurut Mulyadi, peran ibu rumah tangga dalam UMKM sangat dominan. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk berkreasi dengan memproduksi berbagai olahan makanan, sementara para pemuda juga terlibat aktif dalam memperluas pemasaran produk. “UMKM di Muara Muntai mayoritas digerakkan ibu-ibu rumah tangga, tapi anak-anak muda juga ikut ambil bagian. Ini membuat geliat ekonomi masyarakat semakin terasa,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Read More
banner 300x250

Dukungan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam mengembangkan UMKM. Sejumlah bantuan berupa peralatan usaha telah disalurkan untuk menunjang kegiatan produksi. Namun, Mulyadi menekankan bahwa bantuan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas. “Ke depan, kita sangat berharap ada lebih banyak pelatihan agar pelaku UMKM bisa meningkatkan keterampilan dan daya saing produk mereka,” jelasnya.

Sektor yang paling menonjol di Muara Muntai adalah olahan ikan. Kondisi alam yang kaya hasil perikanan membuat masyarakat mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kerupuk ikan, amplang, hingga berbagai camilan laut. “Bahan baku ikan melimpah, sehingga wajar jika UMKM di sini sebagian besar bergerak di bidang pengolahan ikan,” tambah Mulyadi.

Sementara sektor pertanian menghadapi tantangan tersendiri. Banjir yang kerap melanda membuat tanaman sulit berkembang. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada usaha berbasis perikanan yang dinilai lebih stabil dan menjanjikan.

Menariknya, pengembangan UMKM di Muara Muntai juga tidak berjalan sendiri. Ada sinergi yang terbangun dengan program sosial pendidikan, terutama melalui peran Bunda PAUD. Kolaborasi ini memberi ruang bagi UMKM untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan masyarakat yang lebih luas.

Mulyadi menyebut, Bunda PAUD yang dipimpin oleh istri camat dan perangkat desa lainnya, kerap menggandeng UMKM dalam berbagai event. “Biasanya pada kegiatan akhir tahun atau momentum tertentu, Bunda PAUD bersama UPT Pendidikan dan para guru melibatkan UMKM lokal untuk mendukung acara. Jadi, kegiatan ekonomi dan pendidikan bisa berjalan beriringan,” tuturnya.

Kolaborasi tersebut, lanjut Mulyadi, menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak bisa berdiri sendiri. Pendidikan anak usia dini dan penguatan ekonomi keluarga perlu saling mendukung agar dampaknya lebih nyata. “Intinya pembinaan PAUD tetap berjalan untuk anak usia dini, sementara UMKM menggerakkan roda ekonomi. Keduanya saling melengkapi,” tegasnya.

Dengan modal sumber daya alam yang melimpah, keterlibatan aktif masyarakat, serta dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, UMKM Muara Muntai diyakini akan terus berkembang. Pemerintah kecamatan berharap usaha ini bisa menjadi contoh bagaimana ekonomi lokal bisa tumbuh seiring dengan pembinaan sosial dan pendidikan.

“Kalau kita kelola dengan baik, Muara Muntai bisa menjadi pusat UMKM berbasis olahan ikan yang unggul, sekaligus memiliki masyarakat yang berdaya dari sisi pendidikan anak-anaknya. Inilah harapan besar kita ke depan,” tutup Mulyadi. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *