Distanak Kukar Pastikan Bantuan Pupuk Tepat Sasaran untuk Pengembangan Hortikultura

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan komoditas hortikultura, khususnya cabai, dengan memberikan dukungan sarana produksi bagi petani. Salah satu bantuan yang menjadi perhatian utama adalah pupuk, mengingat perannya yang vital dalam meningkatkan produktivitas tanaman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, menjelaskan bahwa bantuan pupuk masih menjadi program prioritas meskipun tahun ini terjadi pengurangan volume akibat efisiensi anggaran.

Read More
banner 300x250

“Kita tetap berikan bantuan pupuk kepada petani, hanya saja jumlahnya memang lebih terbatas karena adanya pengalihan ke program yang lebih prioritas,” ujarnya pada Sabtu (13/9/2025).

Menurut Taufik, pupuk merupakan komponen penting dalam budidaya cabai maupun komoditas hortikultura lainnya. Tanpa ketersediaan pupuk yang cukup, produktivitas akan menurun dan pada akhirnya berdampak pada harga di pasaran.

“Cabai ini kan sensitif terhadap harga, jadi produktivitasnya harus dijaga. Karena itu pupuk tetap kita fasilitasi meski anggaran terbatas,” tegasnya.

Ia menyebutkan, penyaluran bantuan pupuk dilakukan melalui kelompok tani yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Dengan mekanisme ini, distribusi pupuk lebih transparan dan tepat sasaran, serta menghindari adanya penyalahgunaan.

Selain pupuk, Distanak Kukar juga menyalurkan bantuan sarana produksi lain seperti benih hingga tanaman cabai siap tanam dalam polybag. Namun, Taufik menekankan bahwa pupuk tetap menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program pengembangan hortikultura.

“Bantuan benih dan polybag memang penting, tapi tanpa pupuk yang cukup hasilnya tidak optimal. Karena itu pupuk selalu menjadi perhatian dalam setiap program pengembangan cabai,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan pupuk subsidi sering menjadi kendala bagi petani, sehingga bantuan dari pemerintah daerah sangat membantu. Meski jumlahnya tidak besar, menurut Taufik, keberadaan pupuk tersebut tetap mampu meringankan beban biaya produksi.

“Kita tahu pupuk subsidi sering bermasalah dari sisi ketersediaan, jadi apa yang bisa kita fasilitasi lewat anggaran daerah ini sangat berarti bagi petani. Minimal bisa menutup kekurangan yang ada,” ungkapnya.

Dengan dukungan pupuk, Taufik optimistis produktivitas cabai di Kukar bisa lebih terjaga sehingga tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. Hal ini sekaligus membantu pemerintah daerah dalam menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga cabai di pasar.

“Harapan kita, dengan ketersediaan pupuk dan sarana produksi lain, petani lebih termotivasi untuk menanam cabai. Dampaknya bukan hanya bagi produksi, tetapi juga untuk menekan inflasi dan mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *