Jumlah Penari Massal Erau 2025 Dikurangi, Disdikbud Kukar Sesuaikan Kebutuhan Koreografer

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Festival Erau 2025 dipastikan akan tetap berlangsung meriah meski jumlah penari massal yang terlibat berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kebutuhan koreografer, ketersediaan waktu latihan, serta efisiensi anggaran.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan jumlah penari massal pada tahun ini hanya melibatkan sekitar 400 orang.

Read More
banner 300x250

“Berkurang itu karena kebutuhan koreografer saja. Dengan waktu yang ada, 400 penari dianggap cukup. Kalau misalnya diminta 2.000 penari tentu harus kita sesuaikan lagi, dan itu juga tidak mungkin karena akan terlalu penuh,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, yang paling penting adalah kualitas penampilan, bukan semata-mata banyaknya jumlah peserta.

“Kita tetap memenuhi standar, baik dari sisi koreografi maupun anggaran. Jadi yang ditampilkan tetap maksimal, hanya saja jumlahnya lebih ramping,” tambahnya.

Thauhid menegaskan bahwa keputusan ini tidak mengurangi semangat perayaan Erau sebagai pesta rakyat tahunan di Tenggarong. Sebaliknya, langkah ini justru diharapkan membuat penampilan lebih terarah sesuai arahan koreografer.

“Kalau terlalu banyak, justru berpotensi menimbulkan kepadatan dan menyulitkan pengaturan formasi di lapangan,” jelasnya.

Selain penyesuaian jumlah penari, Disdikbud Kukar juga menyiapkan pengaturan teknis lain agar jalannya festival lebih tertib. Termasuk di antaranya penyelarasan jadwal, koordinasi dengan tim koreografer, dan sistem pembayaran honor yang lebih transparan.

“Masalah honor tahun lalu hanya soal teknis saja. Tahun ini kami atur lebih rapi supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan pihak ketiga seperti event organizer (EO) memang kadang membuat proses lebih panjang, tetapi hal itu sudah diantisipasi sejak awal.

“Kalau lewat EO tentu ada konsekuensinya. Tapi yang jelas, tidak ada yang ditutup-tutupi. Kita ingin semua jelas dan transparan,” ungkapnya

Menurut Thauhid, para penari sendiri sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan persoalan administratif.

“Anak-anak itu tidak ribut. Hanya saja kadang ada yang salah paham karena prosedur agak panjang. Itu hal biasa,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pihaknya optimistis penyelenggaraan Erau 2025 akan berlangsung lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Intinya, meski jumlah penari lebih sedikit, kualitas penampilan akan tetap terjaga dan masyarakat tetap bisa menikmati kemeriahan Erau,” tegasnya.

Festival Erau sendiri merupakan tradisi budaya yang telah menjadi ikon Kutai Kartanegara. Acara ini rutin digelar dengan berbagai atraksi seni, budaya, hingga upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tahun ini, perayaan diharapkan semakin memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik perhatian wisatawan. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *