KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan strategi khusus agar program Rumah Anak Sigap tidak berhenti meski kerja sama dengan Tanoto Foundation suatu saat berakhir.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan bahwa pihaknya berupaya mencari skema pelembagaan agar program ini bisa tetap berjalan secara mandiri.
“Kalau Tanoto selesai kerja samanya, kita jadi bingung mau diapakan Rumah Anak Sigap ini. Karena itu kami berinisiatif melembagakan Rumah Anak Sigap menjadi satuan SPS (Satuan Pendidikan Sejenis),” ungkapnya, Senin (25/8/2025).
Rumah Anak Sigap selama ini menjadi model layanan pendidikan usia dini bagi anak usia 0–3 tahun dengan pendekatan berbasis Posyandu. Model ini disebut Pujianto sebagai bentuk “posyandu plus” karena mengintegrasikan layanan kesehatan dan stimulasi pendidikan dasar.
Berbeda dengan Sekolah Anak Sigap yang menyasar usia 4–6 tahun dan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Disdikbud, Rumah Anak Sigap masih berada di area abu-abu. Hal ini membuat intervensi langsung dari pemerintah daerah agak terbatas.
“Kalau untuk Sekolah Anak Sigap kan jelas, sudah masuk usia sekolah. Tapi kalau Rumah Anak Sigap, ini rata-rata anak usia nol sampai tiga tahun, jadi agak sulit kalau tidak ada lembaga resmi,” jelas Pujianto.
Ia menambahkan, pelembagaan menjadi SPS akan membuka peluang bagi pemerintah untuk memberikan dukungan yang lebih luas, mulai dari kurikulum, pembinaan tenaga pendidik, hingga intervensi program.
Selain itu, status kelembagaan resmi juga dinilai penting untuk memastikan program tetap eksis dan terintegrasi dalam sistem pendidikan daerah, bukan sekadar program temporer berbasis proyek kerja sama.
“Dengan SPS, kita punya dasar hukum yang jelas untuk melanjutkan dan mengembangkan program. Jadi tidak tergantung sepenuhnya pada pihak mitra,” kata Pujianto.
Menurutnya, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam menjaga kesinambungan layanan pendidikan usia dini, mengingat fase 0–3 tahun merupakan periode emas tumbuh kembang anak.
“Kami ingin memastikan anak-anak Kukar tetap mendapat layanan stimulasi pendidikan sejak usia dini, meskipun nanti tidak ada lagi dukungan dari Tanoto Foundation,” pungkasnya. (IDN/ADV)










