KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kini menaruh perhatian serius pada fenomena math anxiety atau kecemasan terhadap pelajaran matematika yang banyak dialami siswa sekolah dasar.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menuturkan bahwa kecemasan anak terhadap angka sering muncul karena mereka langsung dihadapkan dengan materi berhitung yang rumit ketika masuk SD. Padahal, di jenjang PAUD, konsep numerasi belum diberikan secara formal.
“Kalau anak sudah merasa takut dengan angka sejak awal, otomatis akan sulit bagi mereka untuk berkembang dalam numerasi. Karena itu kami berusaha menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan,” jelas Thauhid, Selasa (26/8/2025).
Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyediaan alat peraga numerasi di seluruh sekolah. Dengan metode ini, anak-anak bisa belajar berhitung melalui praktik langsung, permainan edukatif, hingga media visual yang menarik.
Tak hanya itu, pemerintah juga melibatkan Duta Literasi-Numerasi untuk mendampingi siswa agar mereka lebih percaya diri dalam memahami konsep dasar matematika. “Kami ingin membangun kepercayaan diri anak terlebih dahulu. Kalau sudah percaya diri, kemampuan berhitungnya akan mengikuti,” tambahnya.
Program ini juga ditargetkan untuk mengubah pandangan siswa terhadap matematika, dari yang semula dianggap menakutkan menjadi aktivitas menyenangkan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Disdikbud Kukar optimistis, upaya ini bukan hanya berdampak pada peningkatan skor rapor pendidikan, tetapi juga membentuk generasi yang lebih logis, analitis, dan mampu memecahkan masalah sejak dini.
“Numerasi bukan soal angka semata, tapi keterampilan berpikir yang menjadi pondasi untuk semua mata pelajaran lain,” pungkas Thauhid. (IDN/ADV)










