KUKAR, LINGKARKALTIM: Perayaan Erau Adat Kutai 2025 tidak hanya akan menghadirkan kemeriahan tradisi, tetapi juga menjadi ajang penghormatan terhadap seniman legendaris Kutai, almarhum Amat Gambus.
Lagu ciptaannya yang berjudul Erau, telah menjadi tembang abadi masyarakat Kutai, kini kembali diangkat dalam format baru melalui produksi video klip resmi. Langkah ini dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa penghormatan kepada Amat Gambus menjadi bagian penting sebelum karya ini dikemas ulang.
“Bagaimanapun, ini menyangkut hak cipta. Karena itu, kami sowan kepada keluarga almarhum Amat Gambus untuk meminta izin. Alhamdulillah, keluarga beliau mendukung penuh,” ujarnya di Kedaton Tenggarong, Selasa (26/8/2025).
Menurut Thauhid, pelestarian lagu ciptaan Amat Gambus tidak hanya sebatas memutar kembali, tetapi juga memberi napas baru agar bisa menjangkau generasi muda.
“Lagu ini sudah sering diputar, namun kami buat aransemen baru agar lebih kekinian. Meski begitu, nuansa etniknya tetap kami pertahankan,” jelasnya.
Selain aransemen, Disdikbud Kukar juga menyiapkan produksi video klip khusus yang nantinya akan menjadi ikon resmi Erau. Peluncurannya akan dilakukan bersamaan dengan pengumuman rangkaian kegiatan Erau 2025, termasuk logo dan jadwal resmi.
Bagi pemerintah daerah, langkah ini bukan hanya inovasi seni, melainkan bentuk nyata penghargaan kepada seniman lokal yang karyanya telah menjadi identitas masyarakat Kutai.
“Harapan kami, karya musik ini bisa menjadi ikon Erau sekaligus bukti bahwa seniman Kutai berperan besar dalam melahirkan karya abadi yang patut dikenang,” pungkas Thauhid. (IDN/ADV)










